Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto, foto istimewa.

Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto, foto istimewa.

Tanggapi SVG, Bambang Kribo: Maunya Selesaikan Masalah, Justru Timbulkan Masalah

Kalau dipusatkan di Gradhika, para lansia dari luar Semarang akan kesulitan mengakses. Ini yang harus dipikirkan Gubernur.

Kamis, 10 Juni 2021 | 12:28 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Program Sentra Vaksinasi Gradhika (SVG) yang diselenggarakan di Gradhika Bhakti Praja, kompleks Kantor Gubernur Jawa tengah, pada Rabu (9/6/2021) justru menimbulkan kerumunan massa terus mendapat kritikan. Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto menyebut program tersebut ibarat mau menyelesaikan masalah, tetapi justru menimbulkan masalah. 

"Vaksinasi merupakan upaya memerangi Covid-19, tetapi melihat kejadian berkerumunnya massa di Gradhika kemarin justru potensi penularan muncul. Maunya menyelesaikan masalah tapi justru menimbulkan masalah," kata pria yang akrab disapa Bambang Kribo itu, Kamis (10/6/2021). 

Bambang menegaskan, pemerintah pusat sejak awal sudah berkomitmen memberikan vaksinasi Covid-19 secara gratis untuk masyarakat. Karenanya Ia mempertanyakan langkah Pemprov Jateng yang memberi embel-embel "gratis" dalam program vaksinasi Gradhika yang diprioritaskan bagi lansia tersebut. 

BERITA TERKAIT:
Komisi E DPRD Jateng: Perbaiki Pola Vaksinasi Gradhika!
Komisi E DPRD Jateng: Perbaiki Pola Vaksinasi Gradhika!
Lagi, Vaksinasi di Kantor Gubernuran Sebabkan Kerumunan
Terkait Kerumunan SVG, DPRD: Jangan Sampai Gantian Rakyat Segel Gradhika
Tanggapi SVG, Bambang Kribo: Maunya Selesaikan Masalah, Justru Timbulkan Masalah
Pagi Ini, Tak Nampak Adanya Kerumunan di Sentra Vaksinasi Gradhika
Satpol PP Kota Semarang Bubarkan Kerumuman Antrian Sentra Vaksin Gradhika

Politisi PDI Perjuangan tersebut menambahkan, jika Pemprov Jateng sudah mendapatkan stok vaksin dari pemerintah pusat, sebaiknya vaksinasi dilaksanakan melalui Puskesmas sehingga tidak memunculkan kerumunan di satu tempat. 

"Puskesmas tersebar di seluruh kabupaten/kota. Melakukan vaksinasi bagi masyarakat melalui Puskesmas akan lebih efektif dan tidak menimbulkan kerumunan terpusat. Kalau dipusatkan di Gradhika, para lansia dari luar Semarang akan kesulitan mengakses. Ini yang harus dipikirkan Gubernur," tandasnya. 

Menurutnya, langkah Satpol PP Kota Semarang yang membubarkan kerumunan di Sentra Vaksinasi Gradhika sudah benar. "Pemkot Semarang tentu tidak mau muncul klaster baru di Kota Semarang. Apalagi tren kenaikan kasus Covid-19 saat ini terjadi di beberapa daerah di Jateng," paparnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, program vaksinasi yang digagas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gradhika Bhakti Praja justru menimbulkan kerumunan massa. Ribuan warga yang ingin divaksin datang bersamaan dan membuat petugas kewalahan karena tak siap. 


tags: #sentra vaksinasi gradhika

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI