Webinar dalam rangka ulang tahun ke-70 SMA Sedes Sapientiae Semarang, Kamis (10/6). (Foto: KuasaKatacom).

Webinar dalam rangka ulang tahun ke-70 SMA Sedes Sapientiae Semarang, Kamis (10/6). (Foto: KuasaKatacom).


Webinar SMA Sedes Sapientiae Semarang

Saat PTM, Siswa di Jateng Perlu Diberi Pendampingan Pendidikan Karakter

PTM Juli nanti diharapkan bisa maksimal dalam pendidikan karakter.

Kamis, 10 Juni 2021 | 13:36 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Para siswa di Jateng perlu diberikan pendampingan pendidikan nilai nilai luhur atau pendidikan karakter saat pembelajaran tatap muka (PTM) Juli 2021 mendatang. Sebab nilai luhur menjadi modal penting untuk kehidupan sehari hari, apalagi dalam masa pandemi hal tersebut belum tersampaikan secara maksimal.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Cabang Dinas pendidikan wilayah 1 Jawa Tengah, Budi Santosa SPd MPd MSi saat menjadi narasumber webinar yang digelar oleh SMA Sedes Sapientiae Kota Semarang, pada Kamis (10/6). 

Budi mengatakan hampir 1,5 tahun ini para siswa di Jawa Tengah menjalani pembelajaran dengan cara yang tak biasa, yakni pembelajaran jarak jauh (pjj). Tapi dalam pelaksanaannya, PJJ ini terdapat banyak kendala. Salah satunya penanaman nilai nilai luhur. Nilai luhur ini tak tersampaikan secara maksimal.

BERITA TERKAIT:
Langgar Prokes, Tiga Tempat Karaoke Disegel Satpol PP
Swalayan "Ramai" di Abdulrahman Saleh Semarang Disegel Satpol PP
RSDC di Kedungmundu Semarang Siap Layani Pasien Corona
Rumah Seorang Warga di Semarang Hangus Terbakar, Ini Sebabnya!
Satpol PP Robohkan 14 Bangunan Liar Pedagang di Jalan Pelabuhan Ratu Semarang
BOR Pasien Corona di RS Wongsonegoro Semarang Sudah Penuh
Jokowi Tinjau Vaksinasi di Semarang Hari ini

"Nilai luhur ini harus dikuasai para siswa sebagai bekal kehidupan. Nilai luhur ini memang hanya bisa disampaikan ketika siswa bertemu dengan gurunya," kata Budi, didampingi Kepala SMA Sedes Sapientiae Semarang, Andreas Jarot Suryo Legowo.

Saat penyampaian pendidikan karakter pada PTM, kata dia, Peran para guru bimbingan konseling saat PTM sangat diharapkan dan penting. Sehingga dalam sebuah pembelajaran tatap muka, jika ada guru mata pelajaran yang mengalami kendala terhadap siswa yang sedang mengikuti pembelajaran, bisa diketahui permasalahannya dan bisa dicarikan solusinya.

"Sehingga kendalanya bisa diatasi sesegera mungkin," jelasnya.

Ia melanjutkan, PTM pada Juli nanti harus berdasarkan kesepakatan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan para guru. 

"Jika di antara mereka tidak ada kesepakatan ya tidak bisa digelar," tandas dia.

Webinar tersebut digelar sebagai salah satu rangkaian acara ulang tahun ke-70 SMA Sedes Sapientiae Semarang.

Ketua Panitia Ulang Tahun ke-70 sekolah tersebut, Wegig mengatakan, memang belum bisa maksimal menyampaikan pendidikan karakter dengan cara PJJ. Sebab, pendidikan karakter butuh relasi sentuhan secara langsung. 

"Misalnya mau menerapkan kedisiplinan, bagaimana menerapkan kedisiplinan sementara siswa di rumah dan para guru di sekolah. Pakai PJJ engga maksimal, karena kita kan mengajarkan kerjasama. Para siswa di rumah bagaimana bisa kerjasama. Tentu akan sulit," ujar Wegig

Dia pun menegaskan, PTM Juli nanti diharapkan bisa maksimal dalam pendidikan karakter. PTM ini, lanjutnya, tetap harus dibarengi dengan protokol kesehatan.

Turut hadir sebagai narasumber tambahan dalam webinar tersebut yaitu Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala; Jaka Santosa, Dua Alumnus SMA Sedes Sapientiae yakni Dewi Agustini Santoso dan Yanuaris Alvin Pratamanm Budianto. Webinar tersebut digelar terpusat di lantai dua gedung sekolah setempat.


tags: #semarang #pendidikan #karakter

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI