Damkar Kendal: Pedagang Pasar Harus Diedukasi Pencegahan Kebakaran!

Saya yakin sebagian besar pedagang jarang membersihkan selang gas.

Kamis, 10 Juni 2021 | 16:57 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Kendal- Dinas Pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Kendal meminta dinas terkait agar meng-edukasi para pedagang pasar supaya tak berulang kali terjadi musibah kebakaran pasar. Sebab dalam beberapa waktu terakhir, terjadi kebakaran pasar akibat human error. 

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Pemadam kebakaran Kabupaten Kendal, Ria Listianasari mengatakan akhir akhir ini, di Kendal memang terjadi kabakaran pasar, seperti pasar Weleri, pasar Sidorejo, dan pasar Sukorejo. Dua pasar diantaranya terbakar karena human error.

"Dua pasar diantaranya terbakar karena human error. Yakni karena tabung gas dan listrik. Oleh karena itu perlu adanya edukasi keselamatan kepada pedagang," kata wanita yang akrab disapa Ana itu, kepada KUASAKATACOM, Kamis (10/6).

BERITA TERKAIT:
Rumah Seorang Warga di Semarang Hangus Terbakar, Ini Sebabnya!
Damkar Kendal: Pedagang Pasar Harus Diedukasi Pencegahan Kebakaran!
Rumah Seorang Warga Giriwoyo Hangus Terbakar, Kerugian Mencapai Rp 5 Juta
Usai Isi BBM, Sebuah Angkutan di Temanggung Terbakar
Rumah Suprapto Warga Sukoharjo Terbakar, Kerugian Mencapai Rp 50 Juta
Masak Air Ditinggal, Rumah Sadat Ludes Terbakar
Usai Api Padam, Petugas Temukan Korban Meninggal di Kebakaran Ruko Pringgading

Edukasi itu, kata dia, salah satunya pengecekan kelistrikan. Seperti pengecekan kondisi kabel listrik. Bila kondisinya sudah usang maka harus segera diganti.

Selain itu, ada juga hal penting yang tak boleh dilupakan pedagang yakni penggunaan jek colokan listrik. Dia menyebut beberapa pedagang terkadang masih menggunakan jek bertumpukan padahal hal ini berbahaya. Menurutnya, penggunaan jek harus dibatasi dan bijak agar tak terjadi korsleting.

"Saat pedagang akan pulang pun semua harus dicek, listrik sudah mati atau belum. Dicek juga jek nya sudah dicabut semua atau belum," jelasnya.

Hal semacam ini, lanjutnya, harus selalu disampaikan kepada pedagang demi keselamatan bersama. 

Sementara itu, untuk meminimalisir potensi kebakaran akibat tabung elpiji, Ana meminta pedagang harus sering membersihkan selang gas. 

"Saya yakin sebagian besar pedagang jarang membersihkan selang gas. Padahal ketika kita memasak, tumpahan tumpahan minyak itu kan nempel di selang. Nah minyak itu akan berubah jadi lemak lemak putih yang menutup selang. Ketika selang tertutup lemak itu, kita tidak akan tahu kalau ada kebocoran," terang dia.

Saat selang tertutup lemak dan kompor dihidupkan, maka kondisi akan menjadi panas dan menjadi kebakaran. "Karena panas, lemak akan luruh dan hancur yang kemudian menyebabkan kebakaran. Dengan demikian, ngga ada istilah tabung meledak, tapi adanya kebocoran selang gas," ujar Ana.

Selain itu, dia menekankan juga pentingnya pedagang bisa menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Hal ini dimaksudkan agar sewaktu waktu bisa turut memadamkan kobaran api.


tags: #damkar #kabupaten kendal #kebakaran #pasar

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI