Posko pendataan kolektif Pasar Johar Kota Semarang (foto: kuasakatacom)

Posko pendataan kolektif Pasar Johar Kota Semarang (foto: kuasakatacom)

Gegara Lansia dan Gagap Teknologi, Pedagang Pasar Johar Semarang Sulit Ikuti Pendataan

Ketua kelompok bisa input didampingi pemilik lapak.

Jumat, 11 Juni 2021 | 10:48 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Sejumlah pedagang Pasar Johar, Kota Semarang, Jawa Tengah, menngalami kendala saat pendataan oleh Dinas Perdagangan agar bisa menempati Pasar Johar hasil revitalisasi. Mereka akhirnya mendaftar secara kolektif ke ketua paguyuban pasar maupun orang yang dipercaya.

Hal tersebut salah satunya nampak dari Sub Rayon Johar Selatan Bawah. Disana mereka membuka posko bagi pedagang untuk mendaftar secara online melalui aplikasi Pandawa.

Korwil Relokasi Pasar Johar di Kawasan MAJT Haris Handoko mengatakan, kendala itu seperti banyaknya pedagang berasal dari kalangan lanjut usia dan gagap teknologi. Dari situ pihaknya membuka posko pendampingan pendaftaran.

BERITA TERKAIT:
Tempat Tidur Penuh, Pasien Dirawat di Depan IGD
Chicken Remen Lungo Bikin Kangen
Semarang Butuh Tambahan Tenaga Kesehatan untuk Tangani Corona
Cegah Krumunan Beberapa Taman dan Jalan Ditutup Sementara
Kantor Kecamatan Tembalang Ajukan Rencana Penutupan Sementara Tiga Ruas Jalan di Wilayahnya
PKM Diperketat, Hendi Bakal Tegas Bubarkan Semua Kerumunan
Kebakaran Terjadi di Komplek Indonesia Power Semarang

"Kalau yang di aula Blok F-10 ini hanya pendampingan saja, inputnya kita serahkan ke pedagang. Nah ada juga yang mengirim perwakilan, kemudian diajari petugas, dan membuka layanan kolektif bagi kelompoknya," kata Haris, Jumat (11/6/2021).

Dengan cara tersebut ia yakin pendataan bisa dilakukan oleh kelompok masing masing. Ketua kelompok bisa input didampingi pemilik lapak. "Setiap kelompok ada yang membuka secara kolektif, ya kita persilahkan aja," ungkapnya.

Ketua PPJP Sub Rayon Johar Selatan Bawah Robert Wibowo mengakui jika kendala yang didapati di lapangan adalah banyak usia lanjut yang kemudian mengalami kesulitan.

"Banyak pedagang yang usia lanjut ini kesulitan, kadang dibantu anaknya. Kalau syaratnya sesuai sih ngga masalah, tapi ada yang kurang ataupun hilang jadi harus ngurus ke dinas dulu," jelas Robert.

Namun selama memakai surat relokasi, kata Robert input masih bisa dilakukan. Sebelumnya ada tim dari Dinas yang melakukan sosialisasi ke pedagang, pedagang pun mengirimkan wakilnya untuk pelatihan dan ikut sosialisasi.

Dia menuturkan, total anggotanya ada sekitar 600 pedagang. Dalam sehari rata-rata ada 30an pedagang yang melakukan input didampingi oleh tim yang dibentuk kelompok pedagang. 

"Peran serta ketua kelompok ini sangat penting untuk mengakomodir semua pedagang," tandas Robert.


tags: #kota semarang #dinas perdagangan #pasar johar

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI