Ilustrasi jenazah corona, Foto: Istimewa

Ilustrasi jenazah corona, Foto: Istimewa

Pasien Corona Asal Kudus yang Meninggal di Donohudan Bertambah

Pemkab Kudus sudah berkoordinasi langsung dengan pihak pengelola asrama terkait ketersediaan tim medis ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Jumat, 11 Juni 2021 | 13:39 WIB - Kesehatan
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Kudus - Pasien corona asal Kabupaten Kudus Jawa Tengah yang meninggal saat menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohuan Kabupaten Boyolali bertambah menjadi dua orang.

"Sebelumnya ada satu orang yang meninggal dan sempat dilarikan ke rumah sakit di Solo. Kemudian pada Kamis (10/6) malam ada tambahan satu lagi yang meninggal merupakan warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus," ungkap Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Masut di Kudus, Jumat (11/6).

Ia menjelaskan sebelum meninggal, pasien berinisial HJ (47) sesak nafas, kemudian persiapan untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun sudah keburu meninggal dunia pada Kamis (10/6) pukul 20.00 WIB. Almarhum langsung dibawa pulang ke Kudus pada Kamis (10/6) malam, kemudian langsung dikebumikan.

BERITA TERKAIT:
9.414 Pasien Covid-19 di Kudus Sembuh
Pagi Tadi, 309 Warga Kudus yang Sembuh dari Covid-19 Dipulangkan
Pemkab Kudus Kembali Keluarkan Kebijakan  Lima Hari di Rumah Saja
Hartopo: Tak Perlu Takut Varian Covid-19 India Kalau Taat Prokes
Pasien Corona Asal Kudus yang Meninggal di Donohudan Bertambah
Ganjar Sebut, Kasus Corona di Kudus Mulai Menurun
Pemkab Kudus Anggarkan Rp67 M untuk Tangani Covid-19

Sementara itu, Kepala Desa Gondangmanis Susanto menambahkan bahwa jenazah almarhum Henki Jantomo tiba di Kudus Jumat (11/6) dini hari sekitar pukul 01.15 WIB, kemudian dikebumikan di pemakaman desa setempat dengan disaksikan pihak keluarga yang ada di Kudus setelah digelar salat jenazah. Sementara jumlah warga Desa Gondangmanis yang menjalani isolasi terpusat di Boyolali, katanya, ada 32 orang.

Dengan adanya kasus dua meninggal di asrama tersebut, Pemkab Kudus sudah berkoordinasi langsung dengan pihak pengelola asrama terkait ketersediaan tim medis ketika sewaktu-waktu dibutuhkan serta ketersediaan obat-obatan. Termasuk ketersediaan air mineral juga sudah dikomunikasikan dengan pihak pengelola asrama haji karena penderita Covid-19 juga sangat membutuhkan air mineral dan disebutkan bahwa saat ini sudah tersedia dalam jumlah banyak.

Kasus meninggal penderita Covid-19 pertama kali terjadi pada Rabu (9/6) malam bernama bernama Subiyanto (63) warga Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kudus, yang dimungkinkan memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Almarhum sempat dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Solo untuk mendapatkan perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia.


tags: #kabupaten kudus #asrama haji donohudan #boyolali

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI