Foto istimewa.

Foto istimewa.

Pasukan Houthi Diduga Luncurkan Rudal, Delapan Warga Yaman Tewas

Di awal bulan ini Houthi dituduh pemerintah, telah menembakkan rudal di dekat sebuah pompa bensin di Marib, sehingga mengakibatkan 17 orang tewas. 

Jumat, 11 Juni 2021 | 23:51 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Marib- Pasukan Houthi diduga menembakkan Dua rudal balistik dan dua pesawat nirawak bersenjata, ke sejumlah tempat di Kota Marib, Yaman. Serangan itu telah menghantam sebuah masjid, pusat komersial, dan Lembaga Pemasyarakatan wanita. 

Hal itu disampaikan Menteri Muammar al-Iryani lewat akun Twitter-nya.

Akibatnya sedikitnya delapan orang tewas dalam ledakan tersebut dan membuat sejumlah ambulans yang bergegas ke tempat kejadian. 

BERITA TERKAIT:
Pasukan Houthi Diduga Luncurkan Rudal, Delapan Warga Yaman Tewas
Usai Saudi Pastikan Pasokan, Harga Minyak Kembali Tertekan
Arab Saudi Diserang Drone, Harga Minyak Sentuh $70 per barel
Tiga Negara Eropa Kecam Tindakan Houthi

Jumlah awal korban tewas, disebutnya ada delapan orang, termasuk wanita. Serangan itu juga melukai 27 orang lainnya. Dua sumber medis mengatakan kepada Reuters bahwa rumah sakit menerima lima orang tewas dan lebih dari 15 orang terluka.

Meski begitu, hingga kini tidak ada satupun konfirmasi dari gerakan Houthi. Pasukan Houthi merupakan sekutu Iran dan telah melancarkan serangan untuk merebut benteng terakhir pemerintah --yang diakui secara internasional-- di utara negara Semenanjung Arab itu. Houthi terus berusaha merebut wilayah yang kaya gas.

Sebelumnya, seorang juru bicara militer mengatakan kepada televisi Al Hadath bahwa rudal menghantam daerah perumahan dan pasar komersial. Dia mengatakan Houthi meluncurkan dua pesawat tak berawak tetapi yang satu jatuh dan satu lainnya meledak di udara. "Ini adalah ledakan terkuat yang kami dengar di Marib dalam empat tahun," ucap warga Abdulsalam Ghaleb kepada Reuters.

Di awal bulan ini Houthi dituduh pemerintah, telah menembakkan rudal di dekat sebuah pompa bensin di Marib, sehingga mengakibatkan 17 orang tewas. 

Tuduhan itu ditolak Houthi, mereka menyatakan rudal yang mereka tembakkan menghantam sebuah kamp militer.

Iryani pun menyatakan upaya perdamaian yang dipimpin PBB bakal sia sia."Eskalasi berbahaya ini menegaskan milisi teroris Houthi tidak memahami bahasa dialog dan tidak percaya pada perdamaian," ucapnya.

Gencatan senjata telah diserukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang mendapat dukungan Amerika Serikat, Selain itu PBB juga mendesak koalisi untuk mencabut pembatasan laut dan udara di daerah-daerah yang dikuasai oleh Houthi.
 


tags: #houthi #lembaga pemasyarakatan #yaman

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI