Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Indonesia Butuh Anggaran Besar untuk Tangani Perubahan Iklim

Masyarakat juga bisa berkontribusi melalui kebiasaan baik seperti dalam membuang sampah, menggunakan energi, serta air bersih.

Jumat, 11 Juni 2021 | 19:32 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Guna menangani isu Perubahan Iklim (climate change), Indonesia kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membutuhkan dana yang sangat besar. 

Dana besar itu, lanjut Sri Mulyani, digunakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Hingga tahun 2030, menurut hitungan Sri Mulyani anggaran yang dibutuhkan sekitar US$ 247,2 miliar atau setara Rp 3.461 triliun. Dengan begitu emisi karbon diharapkan akan berkurang pada kisaran 29-41% sesuai Paris Agreement dalam Nationally determined contributions (NDCs).

"Kebutuhan untuk bisa transformasi Indonesia untuk menurunkan emisi itu sangat tinggi. Dengan dukungan Internasional, dibutuhkan dana dengan jumlah hingga US$ 247,2 miliar, kalau dirupiahkan Rp 3.461 triliun hingga 2030," terang Sri Mulyani dalam webinar UI, Jumat (11/6/2021).

BERITA TERKAIT:
Indonesia Butuh Anggaran Besar untuk Tangani Perubahan Iklim
Program Vaksinasi Covid-19 Berada di Peringkat 11 Dunia
Ada 18 KPP Baru, Menkeu Beri PR Tambahan Pegawai Pajak
Misbakhun Ingatkan Sri Mulyani Tidak Sejalan dengan Presiden Jokowi soal THR PNS
PTUN Menangkan Menkeu atas Gugatan Bambang Trihatmodjo
Kasus Korupsi di Dirjen Pajak, Misbakhun: Menkeu Harus Ikut Bertanggungjawab
LPI Diharapkan Beri Banyak Modal Pembangunan di Indonesia

Sri Mulyani menambahkan dengan jumlah tersebut, negara perlu menyiapkan dana paling tidak Rp 266,2 triliun per tahun hingga tahun 2030 untuk menangani Perubahan Iklim. Angka itu lebih besar dari anggaran kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang hanya berkisar Rp 172 triliun.

"Dalam APBN kita alokasi yang sudah ditandai untuk climate change sekarang sekitar 4,1%. Ini pasti tidak akan memadai, jumlahnya hanya sekitar Rp 86,7 triliun per tahun dibandingkan kebutuhannya Rp 266,2 triliun per tahun," bebernya.

Oleh itu, semua pihak diajak Sri Mulyani bergotong royong menangani isu Perubahan Iklim yang mengancam dunia ini. 

Sri Mulyani menyatakan, masyarakat juga bisa berkontribusi melalui kebiasaan baik seperti dalam membuang sampah, menggunakan energi, serta air bersih. "Climate change harus dilakukan secara gotong royong bersama semua pihak; pemerintah, swasta dan masyarakat. Masyarakat sangat bisa membantu melalui management menggunakan energi, air bersih dan lain-lain termasuk membuang sampah dan mengonsumsi barang-barang yang lebih ramah lingkungan," ungkapnya.

Selain itu, seluruh pemerintah daerah (Pemda) diajak mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu untuk menjadikan isu climate change sebagai prioritas kebijakan utama mereka.

"Kita berharap seluruh daerah akan mengikutinya maka akan memberikan double power dari APBD dan APBN dalam menangani masalah isu Perubahan Iklim," pungkasnya.


tags: #menteri keuangan #sri mulyani #perubahan iklim #apbn

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI