Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo SH MH (foto: dok pribadi).

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo SH MH (foto: dok pribadi).

PKM Diperketat, Komisi D DPRD Kota Semarang: Ini Sangat-Sangat Bagus

Masyarakat diimbau tak keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak.

Sabtu, 12 Juni 2021 | 13:59 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Komisi D DPRD Kota Semarang mendukung langkah Pemkot Semarang yang memperketat protokol kesehatan dan merevisi Peraturan Walikota tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Sebab, menurut dewan, keselamatan bersama adalah hal yang utama. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo SH MH. 

"Kalau menurut kami, ini hal yang terbaik ya untuk menekan dan memutus mata rantai penularan virus corona yang saat ini sedang ngeri," kata Rahmulyo, kepada KuasaKatacom melalui sambungan telepon, Sabtu siang.

BERITA TERKAIT:
Gibran Terpapar Covid-19: Saya Sehat Tanpa Gejala
Ganjar: Situasi Sekarang Sedang Tidak Baik-baik Saja!
Pemkab Pati Sewa Hotel untuk Isolasi Warga Terpapar Covid-19
Pemkot Tegal Tambah Bed-Ruang Isolasi di Tiap Kecamatan
PKM Diperketat, Komisi D DPRD Kota Semarang: Ini Sangat-Sangat Bagus
12 Warga Pedukuhan Sungapan Bantul Positif Corona
20 Lansia di Kota Semarang Dinyatakan Meninggal Terpapar Corona usai Divaksin

Rasa ngeri itu, kata dia, bertambah apalagi saat ini beberapa sahabatnya ada yang terpapar corona. Padahal sahabatnya itu sebelumnya sehat sehat saja. 

"Ini kan berarti penyebaran virus coronanya begitu masif ya. Jadi menurut saya, pengetatan PKM ini sangat sangat bagus," jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, vaksin tidak menjamin seseorang terbebas dari virus corona. Vaksin hanya sebagai salah satu cara pencegahan.

Dia pun meminta kesadaran pelaku usaha agar taat aturan pembatasan jam operasional. 

"Pemkot kan tidak begitu banyak SDM untuk penegakkan peraturan daerah dibanding jumlah sektor usaha yang ada. Maka kami mohon kepada para pelaku usaha agar turut patuh aturan," tegas dia.

Selain itu, kata dia, meskipun pemkot memiliki SDM untuk penindakan, tak dapat dipungkiri bahwa penegak perda juga memiliki keterbatasan energi.

"Maka kemudian butuh pemahaman dan pengertian bersama dari masyarakat. Butuh kesadaran tinggi bahwa virus corona masih ada," terangnya.

Ia juga menghimbau masyarakat, bila tak mendesak untuk keluar rumah maka tak perlu bepergian.

"Kalau tidak ada penting pentingnya untuk keluar rumah, gak usah lakukan itu," imbuh politisi Partai PDI Perjuangan itu. 

Dia meminta masyarakat tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut dengan mengkaitkannya dengan perekonomian. Sebab kesehatan juga menyangkut kesejahteraan.

"Bisa dibayangkan, jika seseorang bisa beli barang tapi dalam kondisi sakit. Atau orang punya uang tapi dalam kondisi terpapar corona, uang ini gak ada artinya. Pengetatan PKM ini untuk kebaikan bersama," tandas Rahmulyo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Semarang memperketat aturan PKM. Kini sektor mal, swalayan dan sejenis dibatasi hingga pukul 22.00. Sementara sektor cafe, warung makan, tempat hiburan dan yang sejenisnya dibatasi hingga pukul 23.00 WIB.


tags: #virus corona #pkm #rahmulyo adi wibowo #wakil ketua komisi d dprd kota semarang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI