Ratusan orang yang dinilai meresahkan masyarakat di Semarang diamankan polisi. Foto: Istimewa.

Ratusan orang yang dinilai meresahkan masyarakat di Semarang diamankan polisi. Foto: Istimewa.

Berantas Premanisme, Polisi Amankan 281 Orang di Semarang

Polisi mengamankan barang bukti diantaranya uang tunai kurang lebih Rp 1,8 juta.

Minggu, 13 Juni 2021 | 06:07 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Semarang –  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan semua anggotanya untuk menertibkan premanisme. Hal tersebut dilakukan menyusul adanya instruksi langsung dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kepada Kapolri untuk menindak tegas preman yang sering melakukan pemalakan terhadap sopir kontainer di wilayah Jakarta Utara. 

Menindaklanjuti instruksi tersebut, jajaran Polrestabes Semarang langsung bertindak cepat memberantas aksi premansime di Ibu Kota Jawa Tengah yang diwujudkan dalam program Harkamtibnas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di lingkungan kemasyarakatan. 

Polrestabes Semarang melakukan operasi penindakan aksi premanisme di wilayah Kota Semarang, Sabtu (12/6/2021) mulai dari pukul 09.00 hinggal 13.00 WIB. Dalam operasi itu, Polrestabes mengerahkan sebanyak 210 personil untuk mengamankan preman dan orang-orang yang meresahkan warga.

BERITA TERKAIT:
Rampas Handphone milik Seorang Wanita, Dua Pria Ini Terancam Penjara Tujuh Tahun
Tak Mau Masuk Terminal Mangkang, Tujuh Bus AKAP Diamankan Aparat Gabungan
Jadi Dalang Pencurian, Gadis Ini Terancam 12 Tahun Penjara
Polrestabes Lakukan Penyekatan di Perbatasan Kota Semarang
Penyekatan, Polrestabes Semarang Putarbalikkan 1096 Kendaraan
PPKM Darurat, Akses Masuk Kota Semarang Disekat
Polisi Terus Selidiki Tewasnya Seorang Wanita di Kamar Kos Jalan Jogja Semarang

Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP Recky R menerangkan bahwa operasi premanisme ini berdasarkan program dari Kapolri yaitu pemantapan Harkamtibnas. Dari hasil operasi tersebut, kata dia, pihaknya berhasil mengamankan 281 orang yang dinilai mengganggu dan meresahkan aktivitas warga. 

"Sasaran yang kita tuju yaitu di tempat-tempat seperti terminal, pasar dan simpang-simpang jalan. Dari situ kita berhasil mengamankan orang-orang yang meresahkan warga," ujarnya, Sabtu (12/6/2021).

AKBP Recky memaparkan, ratusan orang yang dinilai meresahkan warga antara lain juru parkir liar, Pak Ogah, pengamen, anak jalanan kemudian preman-preman di Pasar dan tukang palak. Kepada ratusa orang tersebut kemudian dilakukan pendataan dan pembinaan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan penyuluhan sosialisasi tentang protokol kesehatan terkait Covid-19 dan pembagian masker mengingat banyak preman saat diamankan banyak yang menghiraukan prokes. 

"Untuk pelaku-pelaku yang ada kaitanya dengan pelanggaran hukum seperti pungutan liar (pungli) dan parkir liar akan tetap kita proses secara hukum," pungkasnya. 

Jika ada gangguan yang terjadi, kata dia, masyarakat diminta mengadu ke Polrestabes Semarang dengan menghubungi ke Aplikasi Libas. "Kita sudah launching Libas, jadi nanti dimanfaatkan. Karena saya pastikan polisi khususnya Polrestabes Semarang akan melakukan quick (cepat) respon," sambungnya.

Selain mengamankan ratusan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti diantaranya uang tunai kurang lebih Rp 1,8 juta, 48 bendera pengatur lalu lintas dan barang-barang lainnya yang digunakan pelaku.


tags: #polrestabes semarang #premanisme #kapolri #jokowi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI