Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat sidak penanganan corona di RSUD Kartini, Jepara, Selasa (15/6). (Foto: Humas Jateng).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat sidak penanganan corona di RSUD Kartini, Jepara, Selasa (15/6). (Foto: Humas Jateng).

Sidak di RSUD Kartini Jepara, Ganjar Temukan Pasien Corona Terlantar di Depan IGD

Jepara merupakan salah satu daerah yang jadi perhatian selain Kudus, Pati, Demak dan lainnya.

Selasa, 15 Juni 2021 | 13:31 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jepara - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak penanganan kasus corona di Kabupaten Jepara, Selasa (15/6). Sidak dilakukan mengingat wilayah itu zona merah penyebaran corona

Salah satu lokasi sidak adalah RSUD Kartini Jepara. Di tempat itu, Ganjar menemukan ada pasien yang terlantar di depan ruang IGD karena rumah sakit penuh.

Saat Ganjar datang, Direktur Rumah Sakit, Bambang Dwipo mengatakan, Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit itu sudah penuh. Bahkan ada pasien Covid-19 yang belum bisa ditangani.

BERITA TERKAIT:
Alhamdulillah, Boyolali Zona Kuning Penyebaran Covid-19
Pelayanan Dinilai Lambat, Puskesmas Ngargoyoso Kena 'Semprot' Warga
Kematian Akibat Corona di Semarang Masih Tinggi
Terpapar Corona, Kepala Dinas Kesehatan Brebes Meninggal
Hari Ketujuh PPKM Darurat di Semarang, Dishub: Mobilitas Warga Turun 25 Persen
Pemkab Wonosobo Siapkan Lima Gedung Isolasi Terpusat
Penyekatan, Polrestabes Semarang Putarbalikkan 1096 Kendaraan

"Itu ada yang belum ditangani pak, masih di luar," kata Bambang.

Ganjar pun langsung berjalan ke depan ruangan IGD. Benar saja, ada empat pasien yang dirawat di luar gedung. Keempatnya diduga terkonfirmasi Covid-19.

"Lho nggak bisa seperti ini pak, ini bahaya. Bapak masih punya ruangan kosong tidak? Kalau tidak, langsung cari rujukan ke rumah sakit lain," tegas Ganjar.

Ganjar pun langsung memerintahkan Kadinkes Pemprov Jateng, Yulianto Prabowo yang ikut mendampingi untuk menelpon rumah sakit terdekat. Dan dilaporkan, di RSUD Kelet masih tersedia tempat tidur sebanyak 30 kamar.

"Langsung dibawa ke sana saja pak. Ayo sekarang, telpon ambulans bawa ke sana. Saya minta pak Dirut yang turun langsung," jelasnya

Tak hanya pasien yang terlantar, ada beberapa keluarga pasien Covid-19 yang mengeluhkan lambatnya penanganan jenazah. Salah satu keluarga terpaksa menunggu 9 jam untuk pemulasaraan keluarganya.

"Saya menunggu sudah dari jam 3 pagi pak. Tolong pak, saya minta dipercepat. Kasihan kakak saya," kata salah satu keluarga pasien Covid-19 yang meninggal.

Lagi-lagi, Ganjar langsung memanggil Dirut rumah sakit dan perawat yang menangani pasien meninggal. Dari keterangannya, diketahui mereka kekurangan SDM karena jumlah pasien meninggal ada tujuh orang.

"Tolong dicarikan tenaga tambahan, bisa cari ormas atau apa saja untuk pemulasaraan. Pak Dirut, tolong SOP nya diperbaiki, saya minta hari ini ada perbaikan," ucap dia

Lebih lanjut Ganjar menerangkan, Jepara merupakan salah satu daerah yang jadi perhatian selain Kudus, Pati, Demak dan lainnya. Dari sidaknya kali ini, rumah sakit di Jepara mulai penuh.

"Maka kami siapkan rumah sakit lain untuk mendukung. Di RSUD Kelet itu masih ada, 30 ruangan. Saya minta rumah sakit perbaiki SOP," imbuh Ganjar


tags: #corona #jepara #ganjar #rsud kartini #gubernur jawa tengah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI