Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat kunjungan kerja di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri, Rabu (16/6). (Foto: Humas Jateng)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat kunjungan kerja di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri, Rabu (16/6). (Foto: Humas Jateng)

Ganjar Dapati Laporan Keluhan Wonogiri Rawat Pasien Corona dari Jatim dan DIY

Ganjar berpesan agar para nakes tetap ketat dalam SOP perawatan sehingga tak tertular.

Kamis, 17 Juni 2021 | 05:33 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Wonogiri - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur dan Gubernur DIY terkait dengan penanganan Corona di perbatasan antar Wonogiri Jateng-Pacitan Jatim dan Wonogiri-Wonosari DIY.

Laporan ini diterima Ganjar saat meninjau RSUD dr Soediran Mangun Sumarso (SMS), Wonogiri, Rabu (16/6). Ganjar saat itu sedang berdialog pihak rumah sakit dan mendapat laporan adanya sejumlah pasien corona luar provinsi yang dirawat di tempatnya.

“Izin bapak menyampaikan, melalui bapak mungkin bisa komunikasi dengan provinsi tetangga, terkait dengan beban rumah sakit juga bapak. Karena ini mempengaruhi beban rumah sakit kita,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Adhi Dharma.

BERITA TERKAIT:
Capaian Vaksinasi Covid-19 di Jateng Masih Jauh dari Target Semestinya
Para Kades di Cilacap Keluhkan Soal Warganya Susah Taat Protokol Kesehatan
Rembug Desa dengan Ganjar, Para Kades di Rembang Wadul Soal Prokes dan PPKM Darurat
Kunjungi Rembang, Ganjar Sambangi Vaksinasi Penyandang Disabilitas
PPKM Darurat Diperpanjang, Ganjar Perintahkan Jajarannya Salurkan Bansos
Ganjar: PPKM Sekarang Pakai Leveling
Ganjar: Ibadah di Rumah Saja itu juga Berkurban saat Pandemi

Adhi mengatakan, pihaknya siap menambah fasilitas kesehatan demi mengantisipasi lonjakan kasus corona di Wonogiri. Namun, letak wilayah yang berbatasan dengan dua provinsi juga menambah beban pada BOR yang ada.

“Ini informasi bagus, tapi pokoke angger ke sini sing teko menungso ya dirawat. Ojo mbok tekoni ktp ne ngendi, ojo mbok tekoni agamane, pokoke teko dirawat, tapi ketika kemudian saya harus komunikasi, yawis. Kabari aja kalau kemudian bebannya jadi tinggi, aku kabari,” ujar Ganjar.

Ganjar juga sempat menyapa para tenaga kesehatan di IGD RSUD Wonogiri. Ganjar berpesan agar para nakes tetap ketat dalam SOP perawatan sehingga tak tertular.

Ditemui usai peninjauan, Ganjar mengatakan pihaknya akan segera berkomunikasi dengan Gubernur Jatim Khofah Indar Parawansa dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menindaklanjuti laporan yang diterimanya.

“Ternyata di daerah perbatasan ini memang masyarakat akan mencoba mencari yang terdekat. Maka di daerah perbatasan penting untuk dilakukan komunikasi antar daerah,” katanya.

Untuk itu, masing-masing wilayah juga mesti terbuka. Misalnya jumlah pasien dari provinsi lain berapa yang dirawat di Jateng, dan sebaliknya.

“Nah mari kita komunikasi nanti saya bisa membantu ke wonosari atau ke pacitan, atau nanti saya bicara dengan antar gubernur bahwa di daerah perbatasan kita mesti kerjasama,” ujar dia.

Artinya, Ganjar mengatakan, kerja sama di level rumah sakit juga harus dilakukan. Tak hanya di Wonogiri, namun pemerintah daerah perbatasan juga turut meningkatkan fasilitas kesehatannya.

“Jadi kalau daerahnya sini zonanya katakan merah dan sebagainya, kita atur betul. Harus bekerjasama di level rumah sakit ya mari sama-sama meningkatkan tempat tidur, pelayanan, obat-obatan. Kita siapkan agar kemudian nanti tidak jadi persoalan di perbatasan,” tandas Ganjar.


tags: #ganjar #rsud dr soediran mangun sumarso #wonogiri

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI