Satpol PP Kota Semarang saat menyegel swalayan Ramai, Senin (21/6). Foto: KuasaKatacom

Satpol PP Kota Semarang saat menyegel swalayan Ramai, Senin (21/6). Foto: KuasaKatacom

Swalayan "Ramai" di Abdulrahman Saleh Semarang Disegel Satpol PP

Penutupan dilakukan karena ada pegawai yang positif corona.

Senin, 21 Juni 2021 | 12:48 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Satpol PP Kota Semarang menyegel swalayan "Ramai" yang berada di Jalan Abdulrahman Saleh, Kelurahan Kembang Arum, Kecamatan Semarang Barat, pada Senin (21/6) siang. Penyegelan dilakukan setelah adanya pegawai swalayan tersebut yang terpapar corona.

Dalam pantauan tim di lokasi, Satpol PP Tiba di tempat tersebut sekitar pukul 10.45 wib. Setibanya di tempat itu, Satpol PP mendapati swalayan tersebut banyak pengunjung. Satpol PP pun langsung memerintahkan pengunjung dan pegawai untuk keluar. 

Setelah itu petugas Satpol PP menyegel dengan memasang stiker penyegalan dan garis larangan melintas. 

BERITA TERKAIT:
Alhamdulilah! Puluhan Warga di Bawah Jembatan Cakrawala Semarang dapat Sembako dari Satpol PP
Kelilingi Semarang Barat, Satpol PP Bagikan Paket Sembako ke Pekerja Jalanan
PPKM Swalevel, Satpol PP Kota Semarang Bagikan 60 Paket Sembako
Tito: Penegakan PPKM Perlu Tegas Tapi Tidak Berlebihan
Bandel Saat PPKM Darurat, 11 Lapak Pedagang di Holy Stadium Dibongkar Satpol PP
Belasan Pegawai Satpol PP Boyolali Terpapar Corona, Satu Meninggal
Satpol PP Kota Semarang Robohkan 10 Lapak Pedagang di Jalan Kolonel Sugiono

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto SH MM mengatakan penyegelan ini dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari warga dan pihak kecamatan terkait adanya pegawai swalayan yang terpapar corona. Pegawai terpapar, namun swalayan masih beroperasi.

"Apalagi kita ketahui kalau satu orang terpapar, maka bisa mengembang (menularkan) kepada 10 orang. Kalau ini dibiarkan malah semua bisa positif," kata Fajar. 

Penyegelan kata dia, agar tak terjadi klaster corona dari swalayan. swalayan tersebut, lanjutnya, boleh beroperasi kembali apabila semua pegawai swalayan menunjukkan tes corona yang negatif.

"Saya sudah bilang ke Owner, kalau semua pegawai sudah Swab dan negatif, silahkan buka," jelasnya.

Sementara itu Camat Semarang Barat Heroe Soekendar mengatakan memang penutupan itu dilakukan karena ada pegawai yang positif corona.

"Kemarin info dari owner ada pegawai yang terpapar karena keluarganya terpapar corona. Sudah disuruh karantina malah nekat berangkat kerja," kata Heroe.


tags: #satpol pp #semarang #swalayan #menyegel

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI