Gibran sambangi makam yang dirusak oleh sejumlah bocah di Solo. Foto: Istimewa.

Gibran sambangi makam yang dirusak oleh sejumlah bocah di Solo. Foto: Istimewa.

Gibran Bakal Tutup Sekolah yang Ajarkan Intoleransi di Solo

Gibran menyayangkan adanya pendidikan yang mengajarkan intoleransi terhadap anak-anak.

Selasa, 22 Juni 2021 | 10:30 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Solo – Terjadi aksi perusakan makam di TPU Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/6/2021). Belakangan diketahui bahwa aksi perusakan makam tersebut dilakukan oleh sejumlah bocah.

Berdasarkan informasi, perusakan makan itu dilakukan sekitar 10 bocah di TPU Cemoro Kembar. Mereka merusak batu nisan sebanyak 12 makam. Diketahui, bocah tersebut merupakan anak didik sebuah rumah belajar yang tak jauh dari lokasi perusakan.

Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak mengaku masih belum mengetahui motif dari aksi tersebut. Ia menyebut, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

BERITA TERKAIT:
PPKM Diperpanjang, Dishub Solo Klaim Mobilitas Warga Turun 40 Persen
Tutup Tiga Pekan, 15 Pasar di Solo Kembali Buka
Mulai Hari Ini, Solo Salurkan Bansos untuk 63 Ribu KPM
Sembuh dari Corona, Gibran Langsung Blusukan
ASN Penyintas Covid di Solo Bakal Diwajibkan Donor Plasma Konvalesen
500 Warga Terdampak PPKM di Jebres Solo Dapat Bantuan Sembako
Diduga Depresi Jalani Isoman, Pria Ini Nekat Gantung Diri

"Masih dalam penyelidikan. Nanti kami infokan lagi hasilnya," tuturnya, Senin (21/6/2021).

Sementara itu, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, proses hukum bakal dilakukan kepada guru dan sejumlah bocah tersebut. "Nanti kita proses. Nggak bisa dibiarkan seperti itu.” tuturnya, Senin (21/6/2021).

Gibran menyayangkan adanya pendidikan yang mengajarkan intoleransi terhadap anak-anak. Ia pun meminta agar pembina dan pelaku dilakukan pembinaan. “Pembina dan anak-anaknya harus dibina. Ini sudah kurang ajar sekali.” ujarnya.

Menurutnya, tindakan tersebut sebagai intoleransi dan diduga mengandung unsur SARA dalam motif perusakan makam. "Iya (bentuk intoleransi). Ngawur banget. Apalagi melibatkan anak-anak. Nanti segera kami proses," ujar dia.

Lebih lanjut, ia bakal segera menutup sekolah tersebut lantaran tidak memiliki izin dari pemerintah. "Tutup aja. Dah nggak bener, sekolahnya, gurunya," tegasnya.


tags: #solo #gibran #perusakan makam #tpu cemoro kembar #batu nisan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI