Ilustrasi penangkapan. Foto: Istimewa.

Ilustrasi penangkapan. Foto: Istimewa.

Dua Debt Collector Ditangkap Lantaran Rampas Motor Kreditan

Polisi menggunakan Pasal 368 ayat (1) KUHP untuk menangani kasus tersebut.

Sabtu, 17 Juli 2021 | 11:59 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Karanganyar – Dua debt collector (DC) masing-masing inisial AWS (46) dan AW (31) warga Sragen dibekuk polisi lantaran nekat merampas motor kreditan milik DS (19) asal Kecamatan Kerjo, Karanganyar, Jawa Tengah. Diketahui, DS sudah tak membayar cicilan selama satu tahun.

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito menerangkan bahwa dua DC itu disewa oleh perusahaan finance dengan upah Rp 1,2 juta jika motor berhasil ditarik. “Mereka itu pihak ketiga dijanjikan uang Rp 1,2 juta jika bisa menarik sepeda motor itu.” tuturnya, Kamis (15/7).

Namun, ia menyebut bahwa dengan merampas motor sudah termasuk tindak kriminal. “Caranya salah, dengan merampas (sepeda motor). Itu sudah tindak kriminal,” ujarnya.

BERITA TERKAIT:
Terlibat Kecelakaan, Remaja Asal Gondang Sragen Tewas Mengenaskan
Dua Debt Collector Ditangkap Lantaran Rampas Motor Kreditan
Ambulans Tabrak Pemotor Hingga Terpental di Karanganyar
Penyebab Kematian Pensiunan PNS Asal Klaten Belum Diketahui
Seorang Wanita Muda di Brebes Tewas Terlindas Truk Gandeng
Resahkan Warga, Belasan Motor Knalpot Brong Diamankan di Karanganyar
Terlilit Hutang, Pria Ini Bawa Kabur Motor Kenalan

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa DS menunggak pembayaran selama setahun. “Pemilik motor ini menunggak pembayaran kredit selama satu tahun. Nominal tunggakan Rp 10 juta selama satu tahun itu.” jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi telah menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit motor Honda Vario AD 6144 ARF, satu unit motor Yamaha Nmax AD 3796 BQE yang dikendarai pelaku, serta sejumlah berkas, seperti selembar tanda terima dan pemeriksaan kendaraan tarikan dan riwayat pembayaran motor Honda Vario atas nama NS berpelat nomor AD 6144 ARF.

Purbo menambahkan, dua tersangka bukan lembaga atau instansi yang berwenang melakukan eksekusi terhadap barang. Selain itu, mereka menggunakan cara mengancam dengan kekerasan saat melancarkan aksi. Oleh karena itu, polisi menggunakan Pasal 368 ayat (1) KUHP untuk menangani kasus tersebut.


tags: #sepeda motor #kredit #debt collector #karanganyar

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI