Ilustrasi berita hoaks

Ilustrasi berita hoaks

Polresta Banyumas Amankan Lima Pengunggah Hoaks Ajakan Demo Tolak PPKM

Pemosting mengaku kesal dengan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Senin, 19 Juli 2021 | 15:56 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Banyumas - Polresta Banyumas memastikan agenda aksi tolak PPKM Darurat merupakan informasi palsu alias hoaks. Kini lima pengunggah info itu telah diamankan.

"Ini orang yang nyebar sudah kita amankan. Orang yang posting-posting sudah kita amankan di Polresta," ungkap Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry, Senin (19/7).

Lima orang yang diamankan yakni berinisial NP (25), FS (27), CH (46), SDR (34) dan BSW (49).

BERITA TERKAIT:
Polresta Banyumas Amankan Lima Pengunggah Hoaks Ajakan Demo Tolak PPKM
Polresta Banyumas: Mobilitas Warga Selama PPKM Darurat Turun
Polresta Banyumas Adakan Vaksinasi Covid-19
Tak Bawa Surat Bebas Corona, 19 Orang Terjaring di Pos Pengamanan Banyumas
Karyawan BUMN di Banyumas Terlibat Penipuan secara Daring
Polresta Banyumas Tangkap Oknum Notaris Terkait Penggelapan
Pencuri di Rumah Kos Banyumas Ditangkap

"Aliansi Masyarakat Banyumas Bersama KBPPB (Keluarga Besar Pedagang Pasar Banyumas) Bergerak Menuntut Keadilan Perihal PPKM!!! Senin, 19 Juli 2021 Titik Juang Pendopo Bupati Banyumas Jam 13.00 Sampai Dengan Tuntutan Dipenuhi!! Kesejahteraan Rakyat Adalah Tanggung Jawab Negara!!!"

Pesan tersebut beredar di media sosial salah satunya di Grup Facebook Seputar Cilongok.

Berry menjelaskan polisi menjelaskan polisi menyelidiki pengunggah info tersebut yakni akun GPZ yang diketahui miliki NP, warga Kecamatan Kedungbanteng. Kepada polisi, NP mengatakan bahwa tulisan tersebut didapat dari FS warga Kecamatan Sumbang melalui WhatsApp (WA). Selanjutnya dari pengakuan FS, pesan itu diperoleh dari CH warga Kecamatan Purwokerto Utara, dan CH memperoleh tulisan tersebut dari SDR warga Kecamatan Purwokerto Barat.

Penelusuran berlanjut, SDR mengaku mendapat pesan itu dari BSW warga Kecamatan Kedungbanteng. NP memposting pesan itu di grup Facebook karena merasa kesal dengan PPKM Darurat Jawa-Bali. NP juga mengungkap dirinya tidak dapat bekerja karena tempat kerjanya ditutup.

"Tujuan dari dirinya mem-posting adalah untuk melakukan ajakan terhadap anggota grup family dan Informasi wilayah Cilongok untuk menyuarakan sesuai dengan tulisan yang di-posting", terangnya.

Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi di antaranya satu unit handphone dan tiga lembar screenshot postingan tulisan dari akun GPZ dan dua lembar screenshot komentar/like.

"Kami akan terus mendalami apa motivasi dari para pelaku ini menyebarkan pamflet yang membuat resah warga Banyumas ini. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Saring sebelum sharing dan crosscheck kebenaran informasi yang didapat," imbuhnya.

Berry mengatakan lima orang tersebut terancam dijerat Pasal 14 ayat (1) dan (2) jo pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana tentang barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dengan ancaman pidana paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara.


tags: #polresta banyumas #hoaks

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI