Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.

Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.

Fajar Ingatkan Anggota Satpol PP Kota Semarang untuk Bertindak Humanis dan Sesuai SOP

Satpol PP akan membubarkan kegiatan jika pelanggaran berupa kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya. 

Senin, 19 Juli 2021 | 17:30 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Satpol PP Kota Semarang akan memulai tugas penegakkan peraturan daerah secara tegas namun humanis serta sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP). Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tak salah menilai instansi Satpol PP

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto SH, MM, pun memerintahkan para anggotanya terkait sikap saat berada di lapangan.

"Kondisi perkembangan PPKM Darurat seperti ini ya. Saya minta kepada kalian para petugas untuk santun, tegas dan humanis," kata Fajar, di Kantor Dinasnya, Senin (19/7).

BERITA TERKAIT:
Fajar Ingatkan Anggota Satpol PP Kota Semarang untuk Bertindak Humanis dan Sesuai SOP
Fajar Purwoto Borong Dagangan Seorang Pedagang di Jembatan Kali Berok Semarang
Langgar PPKM Darurat, Empat Warung di Semarang Ditertibkan Satpol PP
Satpol PP Buka Segel Swalayan "Ramai" di Jalan Abdulrahman Saleh Semarang
Kantor BPN Klaten Terbakar, Empat Unit Mobil Pemadam Diterjunkan
Bongkar Ratusan Rumah di Cebolok, Tiga Anggota Satpol PP Kota Semarang Terluka
Ini Sasaran Patroli Satpol PP Kota Semarang saat "Jateng di Rumah Saja"

Jika ada penyitaan barang pelaku usaha yang melanggar PPKM Darurat, kata dia, harus bertindak secara benar. 

"Lihat dulu barangnya, komunikasikan dulu dengan pemiliknya. Harus diberikan tanda bukti penyitaan agar tak menjadi masalah saat berada di Markas Satpol PP," tegasnya.

Dia pun juga mengingatkan tim PPKM tingkat kecamatan agar bisa bekerja sesuai tahapan yang telah ditentukan. Pelibatan unsur Satpol PP bisa dilakukan jika ada seorang warga yang bandel melanggar aturan berulang kali.

"Apabila ada yustisi di tingkat kecamatan, di luar tim PPKM Mikro, jika Satpol PP akan dilibatkan, maka kecamatan memberikan teguran sebanyak tiga kali dulu. Barulah setelah itu Satpol PP akan turun. Kalau tim PPKM Mikro silahkan berjalan sesuai SOP yang sudah saya tandatangani. Yang penting lakukan secara tegas dan humanis serta santun," jelas dia.

Penegasan ini kata dia, dengan maksud agar masyarakat tak menilai buruk Satpol PP. 

"Saat ini eranya sudah berbeda. Maka laksanakan secara baik. Pegang SOP agar nyaman saat bertugas," imbuhnya. 

Sementara itu, Fajar menjelaskan, ada sejumlah sanksi tegas bagi seseorang atau lembaga yang melanggar PPKM Darurat.  Satpol PP akan membubarkan kegiatan jika pelanggaran berupa kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya. 

Ada juga sanksi Penutupan sementara berlaku bagi kegiatan olahraga, toko modern, kafe, resto, dan karaoke. Selain itu, ada pula Penyitaan sarana usaha dan/ atau identitas KTP berlaku pedagang kaki lima (PKL), toko modern, kafe, resto, dan karaoke. Seluruhnya, kata dia, harus didahului dengan teguran lisan dan tertulis. 

"Identitas diri berupa KTP dan properti usaha yang disita, dapat diambil dengan menyerahkan surat domisili dari kelurahan atau kecamatan, berita acara penyitaan sarana usaha, serta surat pernyataan bermaterai," ungkap dia.

Pembukaan segel penutupan sementara sebuah tempat, lanjutnya, dapat dilakukan jika sudah turun surat rekomendasi dari dinas terkait serta pemilik usaha harus melampirkan surat pernyataan bermaterai.


tags: #kasatpol pp #fajar purwoto #ppkm darurat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI