Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (foto: Humas Jateng)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (foto: Humas Jateng)

Ganjar Usul Dua Skenario ke Pusat terkait Penyaluran Paket Bagi Warga yang Isoman

Ganjar menyebut setidaknya ada 16 ribu-an warganya yang isolasi mandiri.

Selasa, 20 Juli 2021 | 07:49 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung penyaluran paket obat dan beras oleh pemerintah pusat melalui TNI Polri. Jika disetujui, Ganjar juga menyiapkan skenario lain dengan memaksimalkan perangkat desa dan Jogo Tonggo.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai mengikuti Rakor virtual terkait pembagian paket obat gratis dan beras oleh TNI Polri yang dipimpin oleh Menko Marves, Senin (19/7). Dukungan dilakukan dengan menyiapkan data. 

“(paket obat dan beras) itu nanti penyalurannya lewat TNI Polri, maka tugas kami akan mendukung. Tugas kami mendukung, menyiapkan data, dan sebagainya,” kata Ganjar.

BERITA TERKAIT:
Kasus Penolakan Warga Isoman di Wonogiri, Bupati: Ada Miskomunikasi
Sepakat Brebes Bermartabat Salurkan Paket Sembako bagi Warga Isoman Terpapar Covid-19
Pemkab dan Polres Batang Beri Sembako untuk Warga Isoman
Warga Isoman di Banyumas Terima Bantuan Obat-Obatan
Selesai PPKM Darurat, Pasien Isoman di Semarang Menurun
Limbangan Wetan, Kelurahan di Brebes yang Optimalkan Program "Jogo Tonggo"
Ganjar Usul Dua Skenario ke Pusat terkait Penyaluran Paket Bagi Warga yang Isoman

Ganjar mengatakan, pihaknya sudah menghitung dari data warganya yang isolasi mandiri. Berdasarkan hitungan, lanjut Ganjar, di satu desa setidaknya membutuhkan 8 paket. Ganjar mengajukan beberapa saran.

Misalnya, lanjut Ganjar, pemerintah pusat bisa memberikan paket obat ke puskesmas-puskesmas. Opsi lain adalah dengan memaksimalkan Jogo Tonggo. Selain itu, bisa juga dengan sistem permintaan kebutuhan.

“Umpama dengan cara, yang isoman kan punya WA Grup. Sekarang yang sakit sampai tingkat apa, butuh obat apa, baru dikasih,” jelasnya.

Jika penyaluran tetap dari TNI Polri, Ganjar mengatakan bisa melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama dengan lurah atau kades.

“Kita ada 16 ribu kurang lebih isolasi mandiri itu bisa. Ada datanya, itu aja yang didatangi dan ada cara berikutnya agar ini bisa betul-betul sesuai,” jelas dia.

Saran itu disampaikan Ganjar dalam rapat, karena menilai perangkat desa seperti kurah atau kades, RT dan RW hingga Jogo Tonggo dinilai lebih tahu persis warganya yang sakit maupun tidak.

“Nah dengan cara itu harapan kita, pipa-pipa saluran apakah puskesmas apakah lurah kades apakah jogo tonggo itu, menurut saya bisa dipakai untuk mempercepat penyaluran,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Ganjar menyebut setidaknya ada 16 ribu-an warganya yang isolasi mandiri. Data tersebut, menurut Ganjar, masih ada kemungkinan untuk terus bertambah.


tags: #isolasi mandiri #gubernur jawa tengah #puskesmas

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI