Logo Partai Demokrat, Gambar: Istimewa

Logo Partai Demokrat, Gambar: Istimewa

Demokrat Minta Pemerintah Larang WNA India dan Tiongkok Masuk RI

Pemerintah didorong mengambil langkah yang tegas.

Selasa, 20 Juli 2021 | 09:26 WIB - Politik
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan menyebut langkah penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal ini menindaklanjuti kabar yang diberitakan The New York Times jika Indonesia menjadi episentrum corona di Asia Tenggara bahkan dunia.

Diketahui, jumlah kasus harian Covid-19 di Indonesia berada di rentang 30.000 hingga 50.000 kasus per hari selama beberapa hari berturut-turut. Angka ini bahkan melampaui kasus harian India dan Brazil.

Ia menilai kasus harian Covid-19 yang tinggi dan informasi dari media tersebut menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam penanganan pandemi.

BERITA TERKAIT:
Demokrat Minta Pemerintah Larang WNA India dan Tiongkok Masuk RI
Demokrat: Jika Ada Lalat Politik, Ada Sampah di Istana
Beredar Isu Cikeas di Balik BEM UI, Demokrat: Fitnah!
Demokrat: Jane Shalimar Berdedikasi Luar Biasa
Demokrat: Posisi Wakil Panglima TNI Belum Urgen
Golkar ke Demokrat: Airlangga Capres
Andi Arief Sebut Koalisi Demokrat-Golkar Paling Tak Ruwet

"Pemerintah selalu mengatakan Covid-19 masih terkendali, namun data dan informasi dari media sekelas The New York Times membuktikan pemerintah tidak mampu mengendalikan kasus Covid-19 di Indonesia," ungkap Syarief dalam keterangannya, Selasa (20/7).

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini pun mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas yang adil dan proporsional. Ia menjelaskan varian Delta yang berasal dari India kini menjadi varian yang banyak diderita oleh para pasien Covid-19.

"Pemerintah harus tegas dalam mengambil kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat, juga harusnya melarang masuknya WNA dari India maupun China yang berpotensi terus menyebarkan varian baru Delta Covid-19," katanya.

"Mengherankannya, pemerintah masih membiarkan masuknya WNA asal India dan Cina yang dulunya menjadi episentrum Covid-19. Sebuah ironi, sebab tidak mungkin varian dari luar negeri tersebut masuk tanpa melalui perantara dari luar negeri," lanjutnya..

Untuk itu, politisi senior Partai Demokrat itu mendorong pemerintah mengambil langkah yang tegas.

"Kami dari Partai Demokrat mendorong pemerintah agar segera melarang masuknya WNA dari India, Cina, dan beberapa negara episentrum lainnya. Pelarangan ini adalah hal yang lumrah dilakukan oleh beberapa negara dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tuturnya.

Ia pun mengungkapkan situasi yang harus dihadapi Indonesia, sebab kini semakin banyak negara-negara yang tidak mengizinkan WNI masuk ke negara mereka masing-masing. Ia menambahkan pembiaran masuknya WNA ke Indonesia juga dapat menjadi preseden buruk bagi pemerintah.

"Masyarakat dibatasi pergerakannya, sebagian besar kegiatan perkantoran dipindahkan ke rumah, ibadah dan belajar mengajar juga demikian. Namun, WNA masih dibiarkan masuk yang berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat dan membuat masyarakat tidak percaya. Segera kembalikan kepercayaan masyarakat," pungkasnya.
 


tags: #partai demokrat #covid-19 #wna

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI