Kemenkes Punya Siranap, Namun yang Update Baru 1.000 RS

Situasi itu kerap memicu ketidakakuratan data yang tercantum dalam laman aplikasi Siranap.

Selasa, 20 Juli 2021 | 17:26 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Hingga kini, baru sekitar 1.000 rumah sakit yang aktif menginformasikan ketersediaan tempat tidur perawatan pasien melalui Sistem Informasi Rawat Inap (Siranap).

Hal itu disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, pada Selasa (20/7/2021). 

Menurut Siti Nadia semua rumah sakit yang sudah teregistrasi di Kemenkes sebetulnya sudah punya akses ke Siranap. "Semua rumah sakit yang sudah teregistrasi di Kemenkes, sebenarnya sudah memiliki akses dalam mengisikan data di Siranap, tapi yang mulai mengisi baru sekitar 1.000 rumah sakit," ucapnya.

BERITA TERKAIT:
Hari Ini 40.374 Pasien Sembuh Covid-19
Kemenkes Punya Siranap, Namun yang Update Baru 1.000 RS
Rekor Lagi, Selama 24 Jam Ada 54 Ribu Kasus Baru Covid-19 di Indonesia
Rentan Terkena Covid-19, Kemenkes Ajak Orang Tua Lindungi Anak Mereka
Hari Ini Kasus Baru Covid-19 Capai 24.836, Jadi Rekor Selama Pandemi
Ini Penyebab Covid-19 Melonjak Lagi Menurut Menkes
Varian Delta Terus Bertambah, Terbanyak di Jateng

Kementerian Kesehatan, imbuhnya telah menyediakan aplikasi Siranap yang bisa diunggah melalui ponsel pintar untuk membantu masyarakat dalam mencari tempat tidur yang tersedia di rumah sakit rujukan COVID-19.

Kemenkes hingga saat ini mencoba terus meningkatkan keaktifan pengelola rumah sakit untuk melaporkan ketersediaan tempat tidur pelayanan pasien melalui aplikasi Siranap. 

Siti Nadia menambahkan berdasarkan laporan Persatuan rumah sakit Seluruh Indonesia (Persi) jumlah rumah sakit di Tanah Air hingga April 2021 ada sebanyak 3.039 RS.

Layanan Siranap yang berbasis data real time, diakui Siti Nadia belum berfungsi optimal akibat pembaruan informasi yang dilakukan pengelola rumah sakit kerap berjalan lambat.

Hal itu, lanjutnya berdampak informasi kepada masyarakat yang membutuhkan sering tidak sesuai dengan fakta keterisian rumah sakit yang mereka tuju. "Keakuratan data di Siranap tergantung dari keaktifan rumah sakit mengupdate data dalam sistemnya," bebernya.

Siti Nadia kemudian menyampaikan cara pengisian Siranap ada dua cara, yakni pengisian lewat aplikasi langsung dan pengisian melalui briging atau alat yang bisa menghubungkan suatu jaringan komputer, yakni Local Area Network (LAN) dari sistem informasi yang ada di rumah sakit.

Tapi yang sering terjadi belakangan ini, ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 itu, ketika ruang perawatan kosong, tetapi masih ada pasien di IGD yang mengantre untuk dipindahkan ke ruang perawatan tersebut. Situasi itu kerap memicu ketidakakuratan data yang tercantum dalam laman aplikasi Siranap.

"Oleh karena itu, dalam Siranap sudah ditambahkan informasi IGD dan antreannya. Ada juga beberapa rumah sakit yang memisahkan ruang untuk pasien laki-laki dan perempuan," jelasnya.

Kemenkes, kata Siranap Nadia mengharapkan agar pengisian melalui briging oleh pengelola rumah sakit perlu ditingkatkan. "Karena ketika ada perubahan dalam penerimaan rawat inap pada Sistem Informasi Manajemen rumah sakit (SIMRS), data itu juga akan otomatis terkirim ke Kementerian Kesehatan," pungkasnya.


tags: #kementerian kesehatan #rumah sakit #bor #pasien

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI