Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Darurat Hinggal 25 Juli

Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap.

Selasa, 20 Juli 2021 | 20:44 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni , Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Penerapan PPKM Darurat yang dimulai tanggal 3 Juli 2021, diperpanjang oleh pemerintah hingga tanggal 25 Juli. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo pada Selasa (20/7/2021) malam melalui channel YouTube Setneg.

Presiden Jokowi menyampaikan PPKM Darurat merupakan kebijakan kebiajakan yang tidak bisa dihindari. "Yang harus diambil pemerintah meskipun sangat berat. Ini dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19, dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di Rumah Sakit, sehingga tidak membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran over kapasitas pasien Covid-19, serta agar layanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya," ungkap Jokowi.

Dilaksanakannya PPKM Darurat, lanjut Presiden membuat sejumlah kemajuan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. "Namun alhamdulillah, kita bersyukur, setelah dilaksanakan PPKM Darurat, terlihat dari data, penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan," imbuh Jokowi.

BERITA TERKAIT:
Tutup Tiga Pekan, 15 Pasar di Solo Kembali Buka
Presiden Jokowi Perpanjang PPKM Darurat Hinggal 25 Juli
PPKM Darurat, Hendi Belum Berniat Tutup Pasar Tradisional
Gibran Bakal Ringankan Retribusi Pedagang Pasar Non Esensial
Semua Pasar Tradisional Milik Pemkab Purworejo Tutup Hari Minggu
Pemkab Banyumas akan Terapkan PPKM, Operasional Pasar Dibatasi
Pedagang di 25 Pasar se-Kabupaten Brebes Serentak Ikuti Vaksinasi Covid-19

Oleh itu, pemerintah memperpanjang pelaksanaan PPKM Darurat. "Saat ini, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan pelaksanaan PPKM sampai tanggal 25 Juli 2021. Namun kita selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM," tegas Presiden Jokowi.

Bila nantinya tren kasus mengalami penurunan, Jokowi menandaskan pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap. "Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan dalam perpanjangan PPKM Darurat itu, pasar tradisional masih dibolehkan dibuka. "pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50%. pasar tradisional, selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50%, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah," beber Jokowi.

"Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah," sambung Jokowi.
 
"Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit," kata Jokowi.

Presiden menyatakan untuk kegiatan sektor esensial akan dijelaskan secara terpisah. "Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan, akan dijelaskan terpisah," ucap Kepala Negara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta seluruh lapisan masyarakat bisa berkerjasama melaksanakan PPKM. "Saya minta kita semua bisa bekerjasama dan bahu membahu untuk melaksanakan PPKM ini, dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun," harapnya.

Paket obat dijanjikan Presiden Jokowi akan terus dibagikan gratis. "Untuk itu, kita semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan memberikan pengobatan sedini mungkin. Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan gejala ringan yang direncanakan sejumlah 2 juta paket," kata mantan Walikota Solo itu.

Terkait dengan masyarakat yang terdampak karena diterapkannya PPKM Darurat itu, pemerintah telah menganggarkan sejumlah bantuan sosial. "Lalu bagaimana dengan bantuan untuk masyarakat yang terdampak? Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak, Pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp55,21 Triliun, berupa: bantuan tunai, bantuan sembako, bantuan kuota internet dan subsidi listrik," ungkap Jokowi.

Pemerintah, ucap Jokowi juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar sebesar Rp1,2 juta untuk sekitar 1 juta Usaha Mikro. "Saya sudah memerintahkan kepada para Menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak," kata Jokowi.

Terakhir Presiden Jokowi, kembali mengajak masyarakat bahu membahu melawan Covid-19… "Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa, untuk bersatu padu melawan Covid-19 ini. Dengan usaha keras kita bersama, Insya Allah kita bisa segera terbebas dari Covid-19. Dan kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal," pungkasnya.
 


tags: #pasar tradisional #presiden jokowi #ppkm darurat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI