Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Ilustrasi. Foto: Istimewa.

PPKM Darurat Diperpanjang, Pelaku Usaha Non-esensial Terpuruk

Rakyat kecil sudah terpuruk makin terpuruk lagi.

Rabu, 21 Juli 2021 | 06:30 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Solo – Kondisi para pedagang pasar non-esensial semakin terpuruk lantaran usaha mereka bakal tutup lebih lama karena PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli mendatang. Untuk mencukupi operasional harian, mereka terpaksa melakukan beragam cara agar tetap bisa bertahan.

Ketua Himpunan pedagang Pasar Klewer (HPPK) Tavip Harjono mengaku keberatan dengan perpanjangan PPKM Darurat. Namun para pedagang tak bisa berbuat banyak. “Kami sudah koordinasi dengan pemkot, sudah audiensi dengan dewan, tapi tidak ada solusi.” tuturnya.

Waktu pemberlakukan PPKM kemarin, kata dia, pihaknya meminta agar penutupan jangan sampai hari ini, tapi nyatanya tidak dikabulkan. “Sebenarnya perwakilan pasar yang ditutup ingin sesekali ikut rapat pemkot terkait evaluasi harian PPKM, untuk mengetahui perkembanganya. Tapi belum diizinkan,” jelasnya.

BERITA TERKAIT:
Pedagang di Mijen Semarang Gugat Satpol PP Terkait Aksi Penyemprotan Air saat PPKM Darurat
Denda Prokes di Sukoharjo Terkumpul Rp 130 Juta
Langgar PPKM, Dua Kafe di Semarang Disegel Satpol PP
Dishub Kota Semarang Bagikan 1.000 Paket Sembako ke Warga Terdampak PPKM Darurat
Luhut: Sesuai Arahan Presiden PPKM Diperpanjang Hingga 16 Agustus
Pandemi, Hotel Grand Dian Brebes Bertahan dengan Terapkan Diskon 50 Persen
Menipisnya Stok Vaksin di Semarang Jadi Sorotan Kantor Staf Presiden

Seorang pedagang ikan hias di Pasar Depok Alamsyah (34) mengaku sama sekali tak mendapat penghasilan selama PPKM Darurat. “Jualan online tidak lancar, tidak seperti teorinya. Untuk ikan pada banting harga. Soalnya pada butuh uang,” uakunya, Selasa (20/7/2021).

Bahkan, ia terpaksa menggadaikan BPKB (buku pemilik kendaraan bermotor) kendaraannya untuk menyambung hidup. “Gimana lagi, tidak ada pemasukan. Padahal pengeluaran jalan terus. Apalagi PPKM ini bebarengan dengan tahun ajaran baru anak sekolah. Anak saya dua, jadi bisa dibayangkan berapa uang yang harus keluar,” tuturnya.

Alamsyah mengatakan, jika kebijakan PPKM Darurat diperpanjang maka hampir bisa dipastikan ekonominya semakin terpuruk. Otomatis semakin lama usahanya harus tutup karena tidak masuk sektor esensial. Dampaknya dia tidak mendapat pemasukan sama sekali.

“Saya menolak kalau PPKM ini diperpanjang. Rakyat kecil sudah terpuruk makin terpuruk lagi. Mau ganti usaha tidak semudah itu, karena saat ini kondisi semakin sulit,” tukasnya.


tags: #ppkm darurat #diperpanjang #pedagang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI