Gelaran TMMD ke-111 Kodam IV/ Diponegoro beberapa waktu lalu. (Foto: dok).

Gelaran TMMD ke-111 Kodam IV/ Diponegoro beberapa waktu lalu. (Foto: dok).

TMMD Reguler ke-111 Berakhir, Kodam IV/ Diponegoro: Salah Satu Cara Tangani Pandemi

Tingkat penularan Covid-19 yang cepat membuat kekhawatiran semua pihak.

Rabu, 21 Juli 2021 | 09:07 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Kodam IV/ Diponegoro telah menyelesaikan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-111 tahun 2021, pada 14 Juli lalu. Program yang dimulai sejak 15 Juni 2021 lalu dilakukan di empat wilayah kabupaten/ kota yang ada di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Rudianto mengatakan program ini sebagai salah satu cara menangani dampak Pandemi covid-19 di berbagai sektor. 

"Pandemi Covid-19 yang terjadi hingga saat ini menjadi ujian besar yang harus dilalui karena menekan seluruh aspek kehidupan di sepanjang tahun 2020 sampai 2021. Sebuah tantangan luar biasa bagi bangsa ini khususnya masyarakat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengatasi dampak tersebut baik dalam hal kesehatan maupun sektor lain termasuk ekonomi," kata Rudianto, di Semarang, Rabu (21/7)

BERITA TERKAIT:
TMMD Reguler ke-111 Berakhir, Kodam IV/ Diponegoro: Salah Satu Cara Tangani Pandemi
PPKM Darurat, Kecamatan Gajahmungkur Semarang Terima 5.000 Paket Sembako
Hendi: Konsep Bergerak Bersama Jadi Kunci Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi
Hendi: Bisa Saja PKM Diperketat Seperti Awal Pandemi
Dies Natalis FE Unnes, Rektor Ajak Masyarakat Bangkitkan Perekonomian
1.755 Orang dari Kota Semarang Batal Berangkat Haji Tahun 2021
Kamis Sore, Hendi Bakal Gelar Open House Secara Virtual

Adapun, kata dia, TMMD Reguler ini digelar Empat wilayah berbeda, seperti di wilayah Kodim 0704/Banjarnegara, Kodim 0734/Yogyakarta, Kodim 0718/Pati dan Kodim 0735/Surakarta. 

Tidak hanya itu, lanjutnya, di seluruh Kabupaten/Kota lain di wilayah Jawa Tengah dan DIY juga digelar kegiatan yang tidak jauh berbeda melalui program TMMD Sengkuyung. Momen ini, menurutnya, dapat menjadi kesempatan untuk kembali membangun berbagai infrastruktur yang bisa dimanfaatkan masyarakat ke depan.

"Program ini dilaksanakan secara lintas sektoral dengan melibatkan segenap komponen bangsa. Hal ini selain sebagai wujud komitmen TNI dalam membangun bangsa juga bertujuan membantu percepatan pembangunan daerah, khususnya di daerah tertinggal. Kegiatan itu sekaligus membantu pemerintah guna mewujudkan masyarakat sejahtera, mandiri, serta memiliki ketahanan dalam menghadapi tantangan di tengah Pandemi," jelasnya

Semangat kebersamaan dan gotong-royong yang luar biasa pun, kata dia, ditunjukkan seluruh masyarakat yang ada di lokasi TMMD. mereka bersama-sama dengan prajurit melaksanakan semua pekerjaan ini dengan penuh semangat dan antusias sehingga seluruh kegiatan dapat tercapai 100% tepat waktu. 

"Hal tersebut memunculkan berbagai optimisme di tengah masyarakat untuk saling mendukung satu sama lain melewati masa-masa sulit ini. Pandemi yang masih terjadi hingga saat ini menjadi momen yang tepat bagi warga untuk saling membantu dengan cara bahu membahu menyelesaikan berbagai infrastruktur TMMD," terang dia

Rudianto pun mengapresiasi jajaran Kodam IV/Diponegoro yang telah berhasil menyelesaikan TMMD Reguler ke-111 ini. 

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mensukseskan acara ini, dengan harapan semoga Allah SWT bisa memberikan petunjuk, bimbingan dan rahmat kepada kita semua dan melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara” tandas Rudianto

Wakil Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Letkol Inf Muchlis Gasim menambahkan bahwa program TMMD ini adalah sebuah program yang dirancang dalam rangka membantu mengakselerasi percepatan pembangunan. Hal ini dimaksudkan agar daerah yang mendapatkan TMMD bisa menerima manfaat untuk mengangkat roda perekonomian di daerahnya masing-masing. 

“Kita hadir dengan keprihatinan lebih tinggi dalam rangka membantu masyaraklat yang secara ekonomi sangat terdampak. Kita berharap bahwa TMMD ini bisa memberikan dampak positif khususnya dalam aspek pertahanan dan keamanan.” ungkap Muchlis

Dalam TMMD, kata dia, ada dua sasaran yang dilaksanakan yaitu sasaran fisik dan non fisik. Sasaran fisik tersebut meliputi  pembangunan dan pengecoran jalan, rehabilitas rumah tidak layak huni, pembangunan talud serta rehabilitasi sarana ibadah. Sedangkan sasaran non fisik antara lain sosialisasi protokol kesehatan Covid-19, sosialisasi bahaya narkoba dan sosialisasi KB Kesehatan

“Tentunya sasaran baik fisik maupun non fisik bisa saja berbeda disesuaikan dengan kebutuhan daerah setempat” ujarnya

Tingkat penularan Covid-19 yang cepat kata dia, tentunya membuat kekhawatiran semua pihak untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur. namun demikian dengan tekad, semangat dan disiplin yang tinggi semua sasaran bisa terwujud 100%. 

"Semua pihak tentu memahami akan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk daerah yang benar-benar membutuhkan di era Pandemi ini. Karena infrastruktur menjadi kunci untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat," ucap dia

Seperti yang dikerjakan di wilayah Kodim 0704/Banjarnegara berupa pengecoran jalan sepanjang 1.926 meter yang dikerjakan untuk menghubungkan akses jalan empat Desa yaitu Desa Kebutuhjurang, Desa Kebutuhduwur, Desa Lebak Wangi dan Desa Duren. Dengan dibangunnya jalan tersebut tentunya dapat mempermudah pengguna jalan yang berkendara saat melewatinya. Diharapkan dengan demikian akan menjadi motor penggerak ekonomi melalui peningkatan kapasitas arus barang dan jasa sehingga tercipta efisiensi.


tags: #pandemi #tmmd #diponegoro

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI