Ilustrasi bansos. Foto: Istimewa.

Ilustrasi bansos. Foto: Istimewa.

PPKM Darurat Diperpanjang, Ganjar Perintahkan Jajarannya Salurkan Bansos

Anggaran APBN untuk bantuan produktif usaha mikro, sudah terealisir sebesar 1,1 juta UKM.

Rabu, 21 Juli 2021 | 14:47 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan jajarannya memastikan bantuan sosial (Bansos) yang sudah terprogram tersalurkan ke masyarakat. Hal ini sehubungan dengan adanya keputusan perpanjangan PPKM Darurat. Total ada anggaran sebesar Rp418,8 miliar dari APBD Provinsi Jateng dan Rp4,7 triliun dari APBN.

"Anggaran-anggaran itu sudah disiapkan tahun ini, jadi inilah yang mesti digas untuk disalurkan pada masyarakat," kata Ganjar, di Kantor Dinasnya, Rabu (21/7).

Adapun rincian anggaran yang sudah disiapkan adalah dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng tahun 2021. Anggaran itu digunakan untuk bantuan sosial antisipasi dampak PPKM.

BERITA TERKAIT:
PPKM Darurat Diperpanjang, Ganjar Perintahkan Jajarannya Salurkan Bansos
Bupati Kudus Gagas Tata Kota Tanpa APBD
Diduga Korupsi Dana APBD, Kejari Geledah Rumah Camat
Komitmen Menata Transportasi Humanis
Bupati Andi Sampaikan Nota Keuangan APBD 2012 ke DPRD Jepara
Raperda  APBD  Perubahan Tahun 2020 Kabupaten Purbalingga Ditetapkan
DPRD Semarang Setujui Raperda LPJ APBD

"Sudah ada alokasinya. Umpama sisi infrastruktur, ada sumbangan listrik untuk alokasi 15.000 kk. Pembangunan rehab dan distribusi rumah korban bencana alokasi 327 unit. Dari ini saja, ada Rp12,8 miliar dan saya minta bisa ditambah," ujarnya.

Selain itu ada juga bantuan dari sisi sosial. Total ada Rp381,8 miliar anggaran dari Pemprov Jateng dan Rp2,4 triliun dari anggaran APBN. Untuk anggaran Pemprov, ada tujuh kegiatan di Dinkes, DP3AP2AKB, Dinsos, Disdik dan Biro Kesra.

"Diantaranya untuk program jambanisasi, alat bantu produksi, Kartu Jateng Sejahtera, beasiswa untuk siswa kurang mampu, hibah Kemenag dan lainnya. Sementara anggaran dari pusat itu ada tujuh kegiatan, diantaranya BLT Dana Desa, Bansos PKH, BPNT, BST dan bantuan beras untuk 7,6 juta kk," jelas dia.

Dari sisi ekonomi, ada anggaran total Rp24,1 miliar dari APBD Provinsi dan Rp2,2 triliun dari APBN. Untuk anggaran APBD, bantuan diberikan untuk BBM nelayan, asuransi nelayan, paket olahan ikan, cadangan beras dan Bansos paket peternakan.

"Sementara anggaran APBN untuk bantuan produktif usaha mikro, sudah terealisir sebesar 1,1 juta UKM dengan target 2,8 juta. Masing-masing Rp1,2 juta. Selain itu, ada juga kartu prakerja untuk 350.000 orang dan terealisasi 194.718 orang. Ini yang saya maksud harus digas agar segera tersalurkan," tandas dia.


tags: #apbd #bansos #ganjar #ppkm darurat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI