Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Demokrat, Bramantyo Suwondo.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Demokrat, Bramantyo Suwondo.

DPR Minta Rektor UI Hindari Rangkap Jabatan

Keputusan yang diambil oleh rektor harus terfokus dalam semangat meningkatkan performa akademik.

Rabu, 21 Juli 2021 | 20:55 WIB - Didaktika
Penulis: Arya Jkt . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Anggota Komisi X DPR Bramantyo Suwondo minta Rektor Universitas Indonesia (UI) fokus dalam meningkatkan kualitas akademik,  riset dan inovasi. 

"Meski statuta UI telah dirubah sehingga yang bersangkutan dibolehkan rangkap jabatan, namun sebaiknya dia fokuskan dirinya untuk meningkatkan akademik," kata Bramantyo Suwondo menjawab pertanyaan KUASAKATACOM berkaitan dengan perubahan statua UI yang kini menjadi polemik di masyarakat, Rabu (21/7/2021) di Jakarta.

Jadi lanjutnya, sebaiknya jabatan rangkap jabatan itu dihindari agar dapat fokus peningkatan akademik, riset dan inovasi untuk kemajuan bangsa dan Perguruan Tinggi. Menurut Bramantyo, Fokus di pengembangan akademik, riset dan innovasi merupakan tanggung jawab yang tidak mudah, membutuhkan dedikasi yang penuh.

BERITA TERKAIT:
DPR Minta Rektor UI Hindari Rangkap Jabatan
Komnas Perempuan Minta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Rektor Unipar Diproses Hukum
Ribuan Mahasiswa Unnes Diwisuda, Rektor: Teladani Sikap Ir Soekarno!
Fathur: Unnes Miliki Peran Wujudkan Nilai-Nilai Pancasila
IKA UDINUS Periode 2021-2025 Dikukuhkan
Tiga Calon Rektor Paparkan Visi Misinya Pimpin Unika Soegijapranata
Undip Gelar UTBK Hari Pertama

Menurut politisi Demokrat ini ada tiga permasalahan utama terkait perubahan statuta UI tersebut. 

Pertama, timing perubahan aturan pada 2 Juli seperti mengindikasikan bahwa perubahan ini hanya langkah reaktif pemerintah untuk meredam kekecewaan publik. Publik terlanjur kecewa karena rangkap jabatan sudah menyalahi aturan PP sebelumnya. Padahal, seharusnya ada proses review yang ketat sebelum pengangkatan Rektor menjadi komisaris BRI pada 18 Februari lalu. 

Kedua, UI merupakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang seharusnya dapat menggunakan otonomi yang dimiliki untuk fokus meningkatkan kualitas, Rektor pun harus fokus dalam mendorong hal ini. "Saat ini, UI menduduki peringkat 290 dunia dalam QS World University Rankings," kata Bramantyo. 

Menurut wakil rakyat dari dapil Jawa Tengah ini, rankingnya UI terus mengalami penurunan sejak 2018. "Ini yang seharusnya menjadi fokus Rektor dan Kemendikbudristek," katanya. 

Keputusan yang diambil oleh Rektor harus terfokus dalam semangat meningkatkan performa akademik, mendukung riset dan inovasi, demi membawa nama baik universitas yang dipimpinnya. Apalagi, kegiatan pembelajaran kurang optimal akibat pandemi ini. Keputusan ataupun jabatan yang tidak relevan sebaiknya dihindari. 

Ketiga, masyarakat menangkap sinyal pesan moral yang kurang baik dari kejadian ini. Kita bisa lihat reaksi masyarakat di sosial media. Rektor perlu menjaga integritas dan menjadi teladan bagi mahasiswa dan akademisi. "Kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran dan tidak boleh terulang kembali," katamya 

Pihak pemerintah, lanjut Bramantyo khususnya Kemendikbudristek, perlu lebih tegas dan teliti dalam melaksanakan peraturan yang ada. "Kami di Komisi X bersama masyarakat akan terus mengawasi," tegas Bramantyo. 

Pihak PT pun harus ingat bahwa ekosistem akademik seharusnya independen dari kepentingan/interest tertentu dan fokus di pengembangan akademik/riset/inovasi. Kualitas demografi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya.  

Menurut Bramantyo, bangsa ini merindukan sosok yang memiliki integritas tinggi. Sehingga, ini harus benar-benar diperhatikan oleh seorang Rektor, baik sebelum maupun saat memegang jabatan. Kemendikbudristek harus tegas dalam menilai dan memantau integritas Rektor.


tags: #rektor #universitas indonesia #komisi x dpr #rangkap jabatan #bramantyo suwondo

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI