Jalan Slamet Riyadi, Ahad (18/7/2021). Foto: Istimewa.

Jalan Slamet Riyadi, Ahad (18/7/2021). Foto: Istimewa.

Salah Kaprah! Penutupan Jalan Malah Digunakan untuk Kerumunan Baru

Pemkot Solo telah meniadakan kegiatan car free day selama PPKM.

Kamis, 22 Juli 2021 | 05:30 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Semarang – penutupan jalan yang ditujukan mengurangi mobilitas selama PPKM Darurat malah justru banyak disalahartikan. Warga justru asyik menggunakan jalan kosong untuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperi nongkrong hingga olahraga.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengimbau warga agar tidak menggunakan jalan sebagai tempat nongkrong atau kegiatan olahraga. “Tujuan dari penutupan ruas jalan itu untuk membatasi dan mengurangi mobilitas warga. Bukan kemudian dialihkan menjadi ruang olahraga yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” tuturnya.

Sejumlah ruas jalan yang ditutup memang seringkali kali dimanfaatkan warga untuk sejumlah kegiatan. Seperti contoh di Jalan Slamet Riyadi, Solo, yang digunakan warga layaknya car free day pada Minggu (18/7/2021).

BERITA TERKAIT:
Salah Kaprah! Penutupan Jalan Malah Digunakan untuk Kerumunan Baru
Boyolali Tutup 23 Ruas Jalan Selama PPKM Darurat
Pendapatan UMKM Anjlok, DPRD Solo Minta Penutupan Jalan Dievaluasi
Penutupan Jalan di Karanganyar Diperluas Selama PPKM Darurat
Kantor Kecamatan Tembalang Ajukan Rencana Penutupan Sementara Tiga Ruas Jalan di Wilayahnya
Tekan Kasus Corona, Pemkot Semarang Tutup Delapan Ruas Jalan
Penutupan Jalan Tahap IV Semarang Resmi Diberlakukan

Padahal, Pemkot Solo telah meniadakan kegiatan car free day selama PPKM. Pemkot Solo juga menutup sejumlah ruas jalan, selain Jalan Slamet Riyadi untuk meminimalisasi kerumunan warga.

“Upaya untuk menghalau (mobilitas warga) juga sudah dilakukan pihak Polresta Solo. Begitu juga dengan daerah lain,” tukasnya.


tags: #penutupan jalan #jalan slamet riyadi #solo #kerumunan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI