Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menggelar Rembug Desa di Kabupaten Rembang, Rabu (21/7). (Foto: Humas Jateng).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menggelar Rembug Desa di Kabupaten Rembang, Rabu (21/7). (Foto: Humas Jateng).

Rembug Desa dengan Ganjar, Para Kades di Rembang Wadul Soal Prokes dan PPKM Darurat

Desa sudah melaksanakan program penanganan Covid-19 dengan baik.

Kamis, 22 Juli 2021 | 08:24 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Rembang -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar  rembug desa untuk penanganan covid-19 dengan para kades di Kabupaten Rembang, Rabu (21/7). Acara yang digelar di Pendapa Kabupaten Rembang itu,  Ganjar dan 287 kepala desa di Rembang mengurai satu persatu masalah yang muncul di tengah pandemi Covid-19.

Para kades pun satu per satu menyampaikan permasalahan atau contoh baik penanganan selama pandemi. 

Kades Dasun Sujarwo menyatakan saat ini di desanya masih ada tiga kasus positif. Ketiga warga yang terjangkit dalam kondisi baik berkat didukung penuh warga desa.

BERITA TERKAIT:
Para Kades di Cilacap Keluhkan Soal Warganya Susah Taat Protokol Kesehatan
Rembug Desa dengan Ganjar, Para Kades di Rembang Wadul Soal Prokes dan PPKM Darurat
Tangani Pandemi, Pemprov Jateng Bakal Gelar Rembug Desa dengan Para Kades

“Tapi ada bantuan sosial tunai sebagian warga yang belum cair, trus juga vaksinasi kami mohon diperbanyak,” kata Jarwo.

Ganjar langsung menanggapi dengan meminta timnya mengecek kendala pencairan BST. 

“Kalau soal vaksin, insyaallah Agustus nanti kita dapat jatah vaksin cukup banyak, nanti bisa dikebut termasuk di desa panjenengan," kata Ganjar.

Kades Kalitengah Ansori memberikan masukan terkait penerapan PPKM Darurat. Ia meminta agar aturan diperlonggar dengan mengizinkan warung kecil melayani pembeli untuk makan.

"Kasihan pak, kalau dilarang makan di tempat dagangannya tidak laku," jelasnya.

Sejumlah keluhan juga disampaikan. Diantaranya Kades Bangunrejo Tri Kusmiyanto yang mengeluhkan masih susahnya mencegah kerumunan.

“Apalagi wilayah saya besar sekali sedangkan kadesnya cilik pak Ganjar,” kata Tri setengah bercanda.

Kades Megal, Ika Pudiyanti juga mengakui sulit membuat seluruh warganya menurut untuk menaati protokol kesehatan (prokes).

“Namanya juga banyak orang pak, ada yang nurut ada yang ngeyel, tantangan buat kami pak,” tegas Ika.

Tak cuma soal covid-19, dalam kesempatan itu Ganjar juga meminta Lurah/Kades memperhatikan persoalan penting lainnya, yakni ibu hamil dan balita. Ganjar menegaskan, tidak boleh ada ibu hamil yang kurang gizi sehingga anaknya jadi stunting.

Menurut Ganjar, gelaran kedua rembug desa ini Rata-rata Lurah/Kades di Rembang relatif bisa menghandel persoalan di lapangan.

"Tapi bukan berarti tanpa masalah, relatif masalahnya bisa diselesaikan. Jadi saya sangat optimis, penanganan Covid-19 di level desa bisa diselesaikan. Saya juga optimis, kalau pergerakan masyarakat bisa dibatasi di level desa, maka pergerakan akan berkurang," jelasnya.

Dari acara itu, Ganjar mengatakan bahwa desa sudah melaksanakan program penanganan Covid-19 dengan baik. Secara keseluruhan, Ganjar belum menemukan problem berat di desa-desa. Hanya ada beberapa persoalan, misalnya angka kasus yang tinggi yang membutuhkan bantuan.

"Mereka punya lokalitas masing-masing untuk menyelesaikan, jadi saya melihat kesiapan mereka cukup bagus. Tak hanya share ide, pengalaman dan praktek di lapangan, mereka juga memberikan masukan yang realistis. Ini kenapa saya gelar rembug desa, karena saya Ingin mendengarkan lebih banyak suara rakyat yang ada di desa," pungkas Ganjar.


tags: #rembug desa #rembang #ganjar

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI