Ilustrasi.

Ilustrasi.

Ini yang Mengakibatkan Stok Obat Covid-19 di Jateng Langka

Kelangkaan obat covid-19 tersebut ternyata disebabkan oleh harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pabrik berbeda dari yang telah ditentukan Kementerian Kesehatan.

Jumat, 23 Juli 2021 | 14:22 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang– Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah telah menemukan penyebab kelangkaan obat Covid-19 yang terjadi di Jateng saat PPKM Darurat. Penyebabnya yakni harga eceran tertinggi (HET) dari pabrik yang sangat tinggi. 

“Kelangkaan obat Covid-19 tersebut ternyata disebabkan oleh harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pabrik berbeda dari yang telah ditentukan Kementerian Kesehatan. Salah satu contohnya, harga tertinggi obat Azithromycin yang ditetapkan Kementerian Kesehatan hanya sebesar Rp1.700 per tablet, tapi yang terjadi kemarin, yang dijual oleh pabrikan dengan harga Rp18.400 per tablet,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Priyanto, saat ditemui di kantor dinasnya, Jumat (22/7).

Hal inilah, kata dia, yang kemudian yang menyebabkan apotek maupun toko obat tak berani membeli. Jika apotek atau toko obat berani membeli dengan harga tinggi, lanjutnya, para pengusaha takut jika dianggap mempermainkan harga obat kepada masyarakat. 

BERITA TERKAIT:
Pangdam IV/ Diponegoro Ungkap Ada Tiga Paket Obat untuk Pasien Isoman
Ini yang Mengakibatkan Stok Obat Covid-19 di Jateng Langka
Tokopedia akan Laporkan Pelapak yang Terbukti Jual produk Kesehatan Palsu
Ganjar: Warga Isoman di Rumah harus Segera Lapor!
Ganjar: Sikat Saja yang Permainkan Harga Obat di Jateng
Hendi: Oknum yang Permainkan Harga Obat Bisa Terancam Pidana!
Ini Daftar Resmi Harga Eceran Tertinggi 11 Obat Terapi Covid-19

"Inilah permasalahan di daerah, sehingga apotek tidak bisa membeli. Manajemen apotek (Takut) dianggap menggelembungkan (harga) karena tidak sesuai HET. Ini yang terjadi," tegasnya

Akibat apotek tak berani membeli, selama masa PPKM Darurat, kekosongan stok obat covid di Jateng pun terjadi. Bahkan, suplemen vitamin pun sampai sulit ditemukan di Jateng. 

"Akibatnya, stok obat Covid-19 di hampir semua apotek di jateg menipis dan banyak kosong. seperti obat Favipiravir, Azithromycin, infus dan tablet,” ungkap dia

Menurut Priyanto, selain obat-obatan Covid-19, semasa PPKM Darurat, stok oksigen di Jateng juga mengalami kelangkaan.


tags: #obat #covid-19 #kejaksaan tinggi #jawa tengah #ppkm darurat

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI