Kasus Baru Covid-19 di Klaten Meningkat, Satgas Jemput Warga Positif

Mulyani meminta warga yang dijemput tidak perlu takut.

Jumat, 23 Juli 2021 | 15:30 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Klaten- Bupati Klaten Sri Mulyani yang juga merupakan Ketua Satgas Corona memantau penjemputan warga ke GOR Gelarsena, Kabupaten Kalten, Jawa Tengah, pada Jumat (23/7/2021).

Mulyani mengatakan Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten, mulai menjemput warga terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19. Para warga tersebut dijemput dan kemudian ditempatkan di lokasi isolasi terpusat.

Ia menambahkan ada sabnyak 50 orang yang terpapar Covid-19 dikirim ke Asrama Haji Donohudan. "Donohudan disiapkan 50 maka hari ini kita kirim 50 orang. Besok semoga 100, besok lagi 100 orang, tapi yang lainnya kita tempatkan di isolasi terpusat," ucapnya.

BERITA TERKAIT:
Boyolali Jadikan Desa Poros Gerakan Vaksinasi
Antisipasi Covid-19 Varian Baru, Pemkot Semarang Perketat Masuknya Orang Asing di Pelabuhan
Penelitian Israel Menyebutkan Vaksin Ketiga Covid-19 Efektif Tingkatkan Imunitas
Angka Kesembuhan Covid-19 di Salatiga Lampaui Nasional
Kasus Covid-19 Jateng Rendah, Pj Sekda: Kita Tak Kendurkan Testing dan Tracing
Ganjar Bantah Statement Menkes yang Sebut Varian Delta Berawal dari Cilacap
1.650 Warga Boyolali Terdampak Covid-19 Dapat Sembako

Camat, Kapolsek, Danramil dan Puskesmas, mulai hari ini diminta Satgas untuk mengirimkan warga positif Corona ke lokasi isolasi terpusat yang ada. Kemudian warga tersebut akan didata kriterianya untuk dikirimkan ke Asrama Haji Donohudan.

"Kriteria memang ada karena dikirim ke luar Klaten, yang jelas satu harus laki-laki, bukan lansia, dan orang tanpa gejala. Dikirim ke sini (GOR) dulu, didata di sini, diasesmen, dikirim ke Donohudan dengan transportasi dari Polres," bebernya.

Mulyani menyampaikan, upaya penjemputan itu guna memisahkan warga yang sakit dan tidak. Jika tidak dipisahkan maka penularan virus akan terus terjadi. "Biar terpisahkan, kalau tidak dipisahkan Corona akan terus beranakpinak. Di sini sebenarnya mencukupi, tapi kita memanfaatkan yang ada dan selama ini Klaten belum pernah mengirimkan ke Donohudan sehingga atas arahan Pak Kapolda kita kirimkan," ungkapnya.

Mulyani meminta warga yang dijemput tidak perlu takut. "Kita berikan pengertian bahwa diisolasi terpusat itu semua tersedia. Baik tenaga kesehatan, makanan, obat, selama 24 jam sehingga masyarakat jangan takut," ujarnya.

Nantinya, sambung Mulyani warga Klaten yang dibawa ke Donohudan atau lokasi lain akan diisolasi selama 14 hari. Setelah tujuh hari akan dilakukan PCR untuk mengecek perkembangan.

"Setelah tujuh hari kita lakukan PCR untuk cek apakah sudah bagus atau tidak. Meski ada yang dikirim ke Donohudan, lokasi isolasi di kecamatan tetap diisi dan saya sudah minta camat untuk mengisi," sambung Mulyani.


tags: #covid-19 #bupati klaten #warga #asrama haji donohudan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI