Ilustrasi

Ilustrasi

Dua Kota Utama di Vietnam Terapkan Lockdown

Kementerian kesehatan juga menambahkan layanan perbankan dan sekuritas di Kota Ho Chi Minh akan dikurangi ke tingkat minimal.

Sabtu, 24 Juli 2021 | 20:15 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Hanoi- Vietnam sebelumnya termasuk salah satu negara Asia yang mampu menahan laju penularan Covid-19, namun kali ini mereka kewalahan dan mesti menerapkan lockdown atau penguncian untuk beberapa kota pentingnya.

Vietnam menerapkan kebijakan penguncian untuk kota terpenting mereka yakni Hanoi dan Ho Chi Minh, untuk Hanoi mulai Sabtu (24/7/2021) memberlakukan pembatasan yang lebih ketat, sedangkan Ho Chi Minh sedang menerapkan penguncian dan oleh pemerintah Vietnam akan diperpanjang hingga 1 Agustus. 

Upaya itu dilakukan Vietnam guna memerangi gelombang infeksi Covid-19 terburuk negara tersebut.

BERITA TERKAIT:
Belgia Puncaki Peringkat FIFA, Indonesia Berada di Posisi 175
Bertemu Ketua Parlemen Austria dan Vietnam, Puan Bicara Penanganan Covid-19
Dua Kota Utama di Vietnam Terapkan Lockdown
KKP Pulangkan 34 Awak Kapal Ikan Asing Asal Vietnam
Ketua Umum PSSI, Minta Pelatih Evaluasi Performa Tim
Sehebat Apa sih, Luis Milla Hingga Dirindukan Warganet
Indonesia Kalah 0-4 Lawan Vietnam, Netizen: Percuma Pakai Pelatih Top!

Pusat bisnis selatan Kota Ho Chi Minh dan provinsi sekitarnya menjadi penyumbang sebagian besar infeksi baru Vietnam. Menurut Kementerian Kesehatan mencatat rekor 7.307 infeksi pada Jumat (23/7), meningkatkan beban kasus keseluruhan Vietnam menjadi 81.678. Setidaknya 370 orang di negara itu telah meninggal akibat virus tersebut.

Badan pemerintahan Kota Ho Chi Minh dalam pernyataannya mengatakan sejumlah langkah dilakukan guna meminimalkan kematian. "Karena sifat varian delta yang cepat dan tidak dapat diprediksi dan untuk melindungi orang dan meminimalkan kematian, otoritas kota telah memutuskan untuk memperkuat sejumlah langkah untuk mengendalikan wabah," tulis pernyataan itu.

Wakil ketua kota Ho Chi Minh Duong Anh Duc mengatakan selama penguncian di Kota Ho Chi Minh, sejumlah layanan yang sebelumnya diizinkan beroperasi akan dikurangi.

Langkah-langkah saat ini, yang telah berlaku sejak 9 Juli, termasuk perintah tinggal di rumah, larangan pertemuan yang lebih besar dari dua orang dan penangguhan layanan transportasi umum.

Kementerian kesehatan juga menambahkan layanan perbankan dan sekuritas di Kota Ho Chi Minh akan dikurangi ke tingkat minimal, sementara proyek konstruksi yang tidak perlu akan ditangguhkan. Selain itu, penyemprotan disinfektan selama seminggu di daerah berisiko tinggi Covid-19 juga telah dimulai.

Adanya gelombang infeksi baru selama beberapa hari terakhir, termasuk 48 kasus pada Jumat. Membuat Hanoi akan memberlakukan tindakan ketat seperti Ho Chi Minh selama 15 hari mulai Sabtu pagi ini.  

Ketua Komite Rakyat Hanoi, Chu Ngoc Anh mengatakan perlu tindakan tegas untuk menghentikan penyebaran. "Risiko penyebaran penyakit di kota sangat tinggi, membutuhkan tindakan tegas untuk mencegahnya," ucapnya.

Sejak akhir April, Hanoi telah mencatat lebih dari 600 infeksi Covid-19. Pemerintah kota setempat telah menyarankan orang untuk tinggal di dalam rumah dan menutup kafe serta restoran awal bulan ini.

Vietnam secara nasional, telah memberlakukan pembatasan pergerakan di sekitar sepertiga dari 63 kota dan provinsi sejak wabah dimulai pada akhir April.

Kota Ho Chi Minh, yang menyumbang sekitar 60 persen dari total kasus, telah meminta perdana menteri Vietnam untuk mengirimkan lebih banyak personel untuk membantu memerangi wabah saat ini, kata kementerian kesehatan di Facebook pada Jumat.

Vietnam, yang sangat bergantung pada vaksin AstraZeneca, berusaha mempercepat program inokulasinya. Sejauh ini Vietnam telah menerima lebih dari 10,2 juta dosis vaksin virus corona.

Menurut data resmi, sekitar 4,4 juta dosis telah diberikan di negara itu, tetapi kurang dari 335.000 orang telah divaksin penuh.


tags: #vietnam #lockdown #varian delta

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI