Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.

Polda Jateng Bantah Ada Penusukan Nakes di Ambarawa

Kejadiannya ada kesalahpahaman hingga terjadi keributan antara keluarga korban Covid dengan Satpam dan Nakes saja.

Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:35 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Beredarnya berita seorang tenaga kesehatan (Nakes) ditusuk oleh keluarga korban Covid-19 di RSUD Ambarawa yang terjadi pada Jumat kemarin, (23/7/21), dibantah oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.

Iqbal menyatakan hal itu tidak benar dan informasi tersebut salah. Yang benar, imbuhnya adanya keributan karena kesalahpahaman antara keluarga korban Covid dengan Satpam dan Nakes di Rumah Sakit tersebut. "Itu tidak benar, kejadiannya ada kesalahpahaman hingga terjadi keributan antara keluarga korban Covid dengan Satpam dan Nakes saja, tidak ada penusukan terhadap nakes oleh keluarga korban," ucap Iqbal, diruangannya Sabtu Pagi (24/7/21).

Keributan tersebut, kata Iqbal terjadi di RS Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, hal itu terjadi pada hari Jumat (23/7) kemarin. Kejadian itu, lanjut Iqbal terjadi di depan ruangan Anyelir RS GM Ambarawa, sekira pukul 14.30 WIB siang. "Berita tersebut tidak benar kalau ada penusukan nakes, saya harap kejadian jangan dijadikan provokasi masyarakat," jelas Iqbal.

BERITA TERKAIT:
Ratusan Nakes di RS Wongsonegoro Semarang Telah Jalani Vaksinasi Booster
Terkait Vaksinasi di Sragen, Gus Yasin: Capai 10 ribu per Hari
Jateng Kedatangan Tiga Jenis Vaksin dari Pemerintah Pusat
Ketua DPR Puan Maharani: Segera Bayarkan Insentif Nakes
Tunjangan ASN di Solo 'Disunat' 30 Persen untuk Penanganan Covid-19
KASAD Jenderal TNI Andika Tegaskan Bakal Bantu Nakes di Masa Pandemi
Ada Tujuh Faktor Penyebab Pemerintah Gagal Kendalikan Covid-19

Dari hasil klarifikasi kedua belah pihak, ujar Iqbal, NH yang juga kakak kandung sekaligus saksi ini, mengungkapkan kepada pihak kepolisian, bahwa salah satu keluarga korban di rawat di RS GM dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. 

Kemudian Keluarga korban ingin mengetahui kondisi jenazah dan meminta tolong difotokan, namun permintaan itu ditolak oleh sekuriti. Tidak lama kemudian, datang perawat yang memakai APD dan bersedia membantu untuk memfotokan, sambil memberikan edukasi terkait protokol dalam pemulasaran jenazah dan penyebab kematian. "Mendapat penjelasan dari perawat tersebut, keluarga menerima dan mengikhlaskan kepergian korban dalam keadaan terpapar Covid 19," katanya.

Selang beberapa waktu, kata Iqbal, Kesalahpahaman terjadi, saat NA yang baru tiba dan berdebat dengan salah satu petugas keamanan tentang masalah minta foto dan mengatakan kepada sekuriti tersebut “Fotokno, piro-piro tak bayar (fotokan saya bayar - Red), dengan nada emosi.

"Mendengar perkataan NA, kemudian security tersebut menjawab “Lha maksudmu piye, (lah Maksudnya apa ini- Red)”, kemudian Security dan NA sudah adu badan dan cek cok mulut," ungkap Iqbal.

Saat adu badan dan cekok tersebut, lanjut Iqbal, NA sedang memegang gunting dan menusukkan ke meja, para security dan perawat yang melihat itu mencoba merebut gunting tersebut. "Dikarenakan perlawanan yang kuat akhirnya, gunting patah dan melukai tangan NA dan Perawat yang mencoba mengambil gunting tersebut," ungkapnya.

Akibat kejadian itu, kepolisian Polres Semarang langsung mendatangi TKP dan mengamankan pelaku, serta meminta keterangan dari pelaku dan saksi saksi dilokasi kejadian.

Hingga dilaporkannya kejadian tersebut, pihak Rumah Sakit belum melaporkan secara Resmi. Namun, Pihak Rumah sakit meminta bantuan agar difasilitasi untuk di pertemukan dengan Pihak Keluarga almahrhum. "Rencananya Pertemuan akan dilakukan hari ini sabtu tgl. 24 juli 2021, antara pihak rumah sakit dan keluarga almarhum tersebut, jadi tidak benar kalau ada penusukan terhadap nakes tersebut," pungkasnya


tags: #tenaga kesehatan #ambarawa #kabid humas polda jateng

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI