Siti Nadia: Pemberian Booster Memperhatikan Kesehatan Kelompok Sasaran

Vaksinasi booster itu, Ia harapkan bisa dilaksanakan sesegera mungkin agar cepat selesai.

Senin, 02 Agustus 2021 | 13:56 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan pemerintah dalam pemberian vaksin booster ini tetap akan memperhatikan kondisi kesehatan kelompok sasaran yakni para tenaga kesehatan maupun petugas pendukungnya. 

Siti Nadia mengatakan apabila yang bersangkutan alergi karena tidak boleh mendapatkan vaksin dengan platform mRNA, maka bisa menggunakan jenis vaksin yang sama dengan dosis pertama dan kedua.

BERITA TERKAIT:
Kemenkes: Total Ada 4 Kasus Dugaan Hepatitis Akut
Angka Kasus Covid-19 Terus Turun, Kapan PPKM Dicabut?
Menuju Endemi Covid-19, Kemenkes Beri Sinyal Boleh Lepas Masker dan Tak Lagi Jaga Jarak?
Omicron Mengancam, dr Siti Nadia: Kemenkes Segerakan Vaksinasi Dosis 1 dan 2
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatirkan Efektifivitas Vaksin yang Beredar di Indonesia

Kementerian Kesehatan, lanjut Siti Nadia akan menggunakan vaksin Moderna sebagai booster dengan mRNA-1273. Penyuntikannya dilakukan secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml sebanyak satu dosis.

Vaksin ini tersedia dalam bentuk suspensi beku dengan kemasan 14 dosis per vial. Penyimpanan, distribusi dan penggunaan vaksin telah diatur dalam SE Ditjen P2P No. HK.02.01/1/1919/2021.

Ia menambahkan untuk menghindari kerusakan dan kesalahan pengambilan, vaksin itu perlu disimpan secara terpisah dalam rak atau keranjang vaksin yang berbeda agar tidak tertukar dengan vaksin rutin.

Siti Nadia menyatakan dengan dimulainya vaksinasi booster bagi tenaga kesehatan pada 23 Juli 2021 di RSCM Jakarta, kegiatan ini selanjutnya dilakukan di unit pelaksana teknis vertikal Kementerian Kesehatan khususnya di rumah sakit vertikal dan secara bertahap akan dilaksanakan di seluruh fasyankes di Indonesia.

Vaksinasi booster itu, Ia harapkan bisa dilaksanakan sesegera mungkin agar cepat selesai. Apabila masih ditemui ketidaksesuaian data penerima vaksinasi booster, pihaknya mengimbau kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit atau puskesmas, ataupun pimpinan klinik dan pimpinan fasyankes segera melakukan perbaikan data ke Kementerian Kesehatan.

"Kalau dia adalah tenaga kesehatan tapi tidak tercatat atau dia tercatat misalnya di pemberi pelayanan publik, maka dia bisa melakukan perubahan data ke Badan PPSDM Kesehatan melalui email [email protected] untuk melakukan perbaikan data," pungkasnya.
 


tags: #siti nadia tirmizi #booster #moderna # tenaga kesehatan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI