Menaker Ida Fauziyah. Foto istimewa.

Menaker Ida Fauziyah. Foto istimewa.

Menaker Ajak Anggota ASEAN Berkerjasama Beri Perhatian Pekerja Perempuan

Isu pelindungan dan pemberdayaan perempuan serta kesetaraan gender, sambungnya juga harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya pemulihan kondisi sosial dan ekonomi dari krisis COVID-19.

Minggu, 29 Agustus 2021 | 22:55 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Guna mewujudkan upaya konkret pencapaian target SDGs khususnya di masa pandemi COVID-19, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk memberikan perhatian terkait isu perlindungan pekerja perempuan di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Ida menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), pada Minggu (29/8/2021). "Perlu adanya kerja sama antara negara anggota ASEAN dengan mitra sosial lainnya untuk meningkatkan peran pelindungan angkatan kerja perempuan, serta mewujudkan upaya konkret ASEAN terhadap pencapaian target SDGs terkait isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan," ucapnya.

Ida menambahkan kerja sama itu diperlukan guna mendukung pemulihan ekonomi. "Ini suatu cara yang tepat untuk meningkatkan peran dan pelindungan angkatan kerja perempuan dalam mendukung pemulihan ekonomi selama masa pandemi," imbuhnya.

BERITA TERKAIT:
50 Kader Perempuan PDIP Purbalingga dan Banyumas Ikuti Pembekalan PUAN Indonesia
Mayat Perempuan Bersimbah Darah Ditemukan di Tol Sedyatmo
Mayat Perempuan Ditemukan di Kamar Kos Solo, Tercium Bau Menyengat
Mayat Perempuan Tanpa Baju Ditemukan di Pantai Pelangi Bantul
Ditemukan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Sungai Ciliwung, Ini Ciri-cirinya
Sesosok Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Parit, Ini Ciri-cirinya
Menaker Ajak Anggota ASEAN Berkerjasama Beri Perhatian Pekerja Perempuan

Adanya komitmen bersama, tegas Menaker hal itu mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Global (Sustainabale Development Goals/SDGs) tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Isu pelindungan dan pemberdayaan perempuan serta kesetaraan gender, sambungnya juga harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya pemulihan kondisi sosial dan ekonomi dari krisis COVID-19.

Ida mengungkapkan sebagai salah satu kelompok rentan di masa pandemi, perlu adanya peningkatan perhatian terkait peran dan pelindungan perempuan oleh para pemangku kepentingan ketenagakerjaan.

Tidak hanya itu saja, perlu juga langkah-langkah peningkatan peran dan pelindungan angkatan kerja perempuan dalam pemulihan ekonomi negara-negara ASEAN yang terdampak pandemi COVID-19.

Berdasarkan laporan Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO), jelas Ida pekerja perempuan di kawasan Asia Pasifik terdampak krisis secara tidak proporsional. 

Laporan itu berarti perempuan yang kehilangan pekerjaan lebih besar di daripada laki-laki. "Berbagai alasan menyebabkan kerugian bagi pekerja perempuan sebab sebagian besar perempuan di kawasan Asia Pasifik bekerja di sektor-sektor yang sangat terpengaruh oleh krisis," pungkasnya.
 


tags: #perempuan #asean #pekerja #ida fauziyah #menteri tenaga kerja

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI