Peternak Ayam di Boyolali Terancam Gulung Tikar Gegara Harga Pakan Naik
Peternak berharap pemerintah menyubsidi pakan ternak terutama komoditas jagung.
Jumat, 03 September 2021 | 15:19 WIB - Ekonomi
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Boyolali - peternak ayam petelur di Desa Penggung Kabupaten Boyolali Jawa Tengah mengeluh harga pakan ternak naik di masa pandemi. Apabila terus berlangsung, peternak akan merugi.
Bangkit Yoga Pratama, salah satu peternak ayam petelur di Dukuh Ringin Desa Penggung Boyolali menyebut naiknya harga pakan ternak tidak diimbangi harga telur di tingkati peternak tetap stabil kisaran Rp16.000/kilogram.
BERITA TERKAIT:
Alfamart Gelar Pelatihan Budidaya Ayam Petelur, Demi Cegah Stunting di Kota Semarang
Peternak Ayam Boyolali Bagikan Telur Rebus hingga Dadar Gratis
Pakan Ternak Semakin Mahal, Telur Kian Meroket
Harga Pakan Meroket-Nilai Jual Telur Anjlok, Sejumlah Peternak Ayam Petelur Gulung Tikar
Peternak Ayam di Boyolali Terancam Gulung Tikar Gegara Harga Pakan Naik
Bahkan harga telur ayam di tingkat peternak ayam petelur justru berpotensi terus menurun. Hal ini menyebabkan kondisi para peternak ayam petelur terancam rugi dan bisa gulung tikar.
Dia mengatakan harga pakan ayam yang sudah jadi atau campuran semenjak pandemi mengalami kenaikan kisaran Rp6.250/kg hingga Rp6.500/kg. Padahal, pakan ternak ayam sebelumnya rata-rata dijual Rp5.000/kg. Kenaikan itu, membuat biaya operasional untuk pakan membengkak.
Tak hanya itu, harga jagung pipilan untuk campuran pakan ternak yang biasanya dijual Rp4.000/kg kini naik menjadi Rp6.000/kg. Dampak naiknya harga pakan ini, akan berpengaruh dengan biaya produksi sekitar 70 persen.
"Harga telur dari peternak ke tengkulak justru stabil kisaran Rp16.000/kg. Bahkan, ada indikasi bahwa harga jual itu mengalami penurunan lagi. Kondisi ini tentu saja membuat peternak terancam mengalami kerugian," ungkapnya, Jumat (3/9).
Lebih lanjut, ia menjelaskan jika dihitung setiap harinya peternakannya memerlukan sekitar 990 kilogram pakan untuk 9.000 ekor ayam, sehingga rata-rata menghabiskan biaya mencapai Rp6.435.000 per hari. Sementara, telur yang dihasilkan setiap harinya kisaran 5 kuintal sehingga penghasilan mencapai Rp8.000.000 per hari.
"Peternak masih mendapat untung, tetapi hanya tipis. Kalau harga jualnya turun lagi bisa merugi," tukasnya.
Selain itu, kata dia, diperparah dengan pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap harga telur menjadi sulit diprediksi. Bahkan, setiap harinya kerap terjadi fluktuasi harga setelah pukul 12.00 WIB.
Meski demikian, pihaknya berharap pemerintah menyubsidi pakan ternak terutama komoditas jagung. Jadi harga jagung bisa kembali normal, sehingga harga pokok penjualan kepada peternak bisa turun, sehingga peternak dalam menghadapi pandemi seperti ini masih bisa bertahan.
Sementara itu, harga telur ayam yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Boyolali, hingga Jumat ini rata-rata antara Rp18.000/kg hingga Rp19.000/kg.
***tags: #peternak ayam petelur #harga pakan
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
BUMD Sragen Diminta Perkuat Kinerja dan Kemitraan Strategis
17 Desember 2025
Program Televisi Bintang MBG Dukung Penuh Pemerintah dalam Pelaksanaan MBG
17 Desember 2025
BAZNAS Sragen Salurkan Bantuan Rp714,1 Juta kepada 1.331 Penerima Manfaat
17 Desember 2025
Pelajar Diimbau Waspadai Narkoba Berkemasan Makanan-Minuman
17 Desember 2025
Gubernur Jateng Mantapkan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
17 Desember 2025
BAZNAS RI Bangun RSB sebagai Wujud Kepedulian Kesehatan Warga
17 Desember 2025
Kemenag Uji Publik Terjemahan Al Quran Bahasa Betawi sebelum Dirilis
17 Desember 2025
Tiga ABK Hilang usai Kapal yang Ditumpangi Terbalik di Perairan Indramayu
17 Desember 2025
Pemkab Sragen Pastikan Program Berjalan Optimal
17 Desember 2025
Bappenas dan Wamensos Bahas Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan
17 Desember 2025
Kemensos Kembali Salurkan Bantuan Korban Bencana lewat Jalur Udara
17 Desember 2025

