Foto istimewa.

Foto istimewa.

Selama Enam Bulan ke Depan, Pemerintah AS Buka Dokumen Serangan 9/11

Keluarga korban serangan 9/11 telah lama menyatakan frustrasi pada banyaknya dokumen yang terus dirahasiakan.

Sabtu, 04 September 2021 | 23:48 WIB - Internasional
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, New York- Peristiwa serangan teroris dengan menabrakan dua pesawat Boeing ke menara kembar WTC, New York telah berlalu hampir 20 tahun, para keluarga korban pun mendesak dokumen-dokumen terkait peristiwa tragis tersebut untuk dibuka ke publik.

Menanggapi desakan keluarga korban tersebut, Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah memerintahkan untuk merilis dokumen-dokumen rahasia hasil penyelidikan pemerintah atas serangan teroris 11 September 2001 atau dikenal sebagai serangan 9/11. 

Dokumen itu mulai akan dirilis selama enam bulan ke depan. "Hari ini, saya menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan Departemen Kehakiman dan lembaga terkait lainnya untuk mengawasi peninjauan deklasifikasi dokumen yang terkait dengan investigasi Biro Investigasi Federal soal 11 September," ucap Biden dalam sebuah pernyataannya.

BERITA TERKAIT:
Selama Enam Bulan ke Depan, Pemerintah AS Buka Dokumen Serangan 9/11

"Kita tidak boleh melupakan rasa sakit abadi dari keluarga dan orang-orang terkasih dari 2.977 orang tak berdosa yang tewas dalam serangan teroris terburuk di Amerika dalam sejarah kita," sambungnya.

Biden menyampaikan itu jelang peringatan 20 tahun serangan 11 September itu, ia mengatakan "peristiwa yang dimaksud terjadi dua dekade lalu atau lebih, dan itu menyangkut momen tragis yang terus bergema dalam sejarah Amerika."

Biden pun menandaskan pentingnya transparansi pemerintah AS. "Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa pemerintah Amerika Serikat memaksimalkan transparansi... kecuali jika alasan yang paling kuat menyatakan sebaliknya," ucapnya.

Para keluarga korban 11 September, seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (4/9/2021), telah lama memiliki argumen dokumen-dokumen rahasia itu mungkin berisi bukti bahwa pemerintah Arab Saudi, sekutu dekat AS, memiliki hubungan dengan para pembajak yang menabrakkan pesawat ke gedung World Trade Center dan Pentagon.

Keluarga korban serangan 9/11 telah lama menyatakan frustrasi pada banyaknya dokumen yang terus dirahasiakan. Sedangkan menurut Komisi resmi 9/11 yang dibentuk oleh Kongres AS, "tidak ada bukti bahwa pemerintah Saudi sebagai lembaga atau pejabat senior Saudi secara individual mendanai" Al-Qaeda.

Kejadian 11 September tersebut menyulut pemerintah AS dibawah kepemimpinan Presiden George W. Bush menginvasi Afghanistan, di mana Taliban melindungi kepemimpinan Al-Qaeda saat itu.

Sedangkan pekan ini, Pemerintah Biden telah menarik pasukan AS terakhir dari Afghanistan. Hal itu dilakukan setelah Taliban mengalahkan pemerintah Afghanistan yang didukung AS dan kembali berkuasa.


tags: #wtc #taliban #amerika serikat #afghanistan #joe biden

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI