Ilustrasi tangan diborgol, Foto: Istimewa

Ilustrasi tangan diborgol, Foto: Istimewa

Ortu Cungkil Mata Anak Jadi Tersangka

Ayah dan ibu korban tak mengalami gangguan jiwa.

Selasa, 07 September 2021 | 14:20 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Gowa - Orang tua(ortu) yang merupakan suami istri inisial TT (45) dan HA (43) di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel) ditetapkan menjadi tersangka karena mencungkil mata anak, AP (6) demi pesugihan. Keduanya jadi tersangka usai dites kejiwaannya.

"Bertambah jadi 4 tersangka," ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan, Selasa (7/9).

Polisi awalnya lebih dulu menetapkan kakek korban BA (70) dan paman korban US (45) sebagai tersangka kasus ini. Sementara ayah dan ibu korban sempat berstatus saksi usai diduga mengalami gangguan jiwa.

BERITA TERKAIT:
Hasil Autopsi Jenazah Anak Korban Pesugihan Keluar Tiga Pekan Lagi
Bocah Korban Cungkil Mata Ortu Sudah Sembuh
Ortu Cungkil Mata Anak Dipolisikan Keluarga
Ibu Cungkil Mata Demi Pesugihan Kerap Obati Warga Pakai Cara Tradisional
Ortu Cungkil Mata Anak Demi Pesugihan Bertemu Dukun untuk Berobat
Polisi Periksa Dukun Ortu Cungkil Mata Anak Demi Pesugihan
Ortu Cungkil Mata Anak Jadi Tersangka

Namun setelah pemeriksaan di RSKD Dadi, ditemukan bahwa ayah dan ibu korban tak mengalami gangguan jiwa. Keduanya mencungkil mata anak secara sadar dan bersama-sama.

"Kegiatan ini memang dilakukan secara sadar, kemudian bukti-bukti lain saksi-saksi lain memang mengarah kepada ibunya sama bapaknya sehingga penyidik berkeyakinan ini sudah memenuhi sebagai tersangka juga," jelasnya.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 44 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 2003 Tahun 2004 Tentang Penghapusan KDRT Juncto Pasal 55,56 KUHP atau Pasal 80 Juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

"Jadi perannya (dari 4 tersangka) pada saat itu ada yang memegang tangan, memegang kaki, kemudian ada juga yang menjambak rambut kemudian ada juga yang mencungkil mata kanannya. Itu perannya dalam kasus ini," ungkap Zulpan.

Menurut Zulpan, penyelidikan polisi masih terus berkembang, termasuk terkait adanya informasi kematian kakak korban sehari sebelum aksi cungkil mata dilakukan kepada AP. Kakak korban berinisial DS (22) tersebut diduga meninggal karena dicekoki garam dua liter.

"Tentunya kasus ini juga akan dikembangkan terkait adanya juga keterangan-keterangan yang diperoleh penyidik di lapangan bahwa satu hari sebelum kekerasan yang dilakukan keluarga kepada AP, bahwa kakak dari AP ini pun meninggal dunia," katanya.

AP berinisial DS apakah juga ada kaitannya kekerasan yang dilakukan kedua orang tuanya, termasuk Paman dan kakeknya, nanti kita akan lihat," katanya.

Zulpan mengatakan, penyidik saat ini akan lebih dulu mengamankan ayah dan ibu korban dari RSKD Dadi agar bisa segera diperiksa sebagai tersangka. Keterangan ayah dan ibu korban diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap lebih jauh kasus ini.

"Ini lagi berkoordinasi pihak RS untuk daripada penjemputan kedua orang tuanya," pungkasnya.


tags: #mencungkil mata anak #pesugihan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI