Kantor Baznas Kabupaten Batang. Foto: Istimewa.

Kantor Baznas Kabupaten Batang. Foto: Istimewa.

Diduga Gelapkan Dana Zakat Ratusan Juta Rupiah Oknum Baznas Diperiksa

Kasus dugaan penggelapan dana umat yang bersumber dari Baznas dibenarkan oleh Kepala Inspektorat Pemerintah Kabupaten Batang, Bambang Supriyanto.

Kamis, 09 September 2021 | 09:39 WIB - Ragam
Penulis: UJ . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Batang - Dua tahun tak bisa mentasorupkan dana umat yang bersumber dari keuangan Badan Amil Zakat Nasional, sejumlah Unit Pengelola Zakat yang merasa dirugikan melaporkan Baznas Kabupaten Batang ke pihak Kantor Kementrian Agama Wilayah Jawa Tengah serta Bupati Batang.  Diduga kuat dana segar senilai ratusan juta rupiah digelapkan oleh oknum pegawai pembantu perbendaharaan lembaga pemerintah non struktural tersebut, Kamis (09/09). 

Kantor Kemenag Batang merupakan salah satu UPZ yang sudah 2 tahun ini belum bisa menyalurkan dana yang dihimpun dari para aparatur sipil negara ke para warga yang berhak menerima zakat. Pasalnya, dari pihak Baznas setempat ketika diminta sekitar 70 persen anggaran sebagaimana regulasi yang berlaku para Unit Pengelola Zakat bisa meminta kembali setelah diserahkan ke Badan Amil Zakat Nasional untuk digunakan kegiatan sosial tak kunjung bisa dicairkan.

Kesal dengan perlakuan dari Baznas yang sudah diberi tenggang waktu tak juga bisa mengeluarkan dana tersebut, pihak Kemenag Batang dalam hal  ini ketua UPZ setelah berkoorindasi ke Kepala Kantor, melaporkan Baznas tersebut ke Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, serta ke Bupati Batang, supaya apa yang tengah terjadi di dalam internal Baznas  untuk segera dilakukan audit managemen keuanganya. Sebagaiamana yang dikatakan oleh Humas Kemenag setempat, Nur Muzayim, sejak tahun 2019 lalu dana zakat para ASN yang dikumpulkan dari Kementrian Agama belum juga bisa diminta  untuk kegiatan penyaluran ke mustahik.

BERITA TERKAIT:
Diduga Gelapkan Dana Zakat Ratusan Juta Rupiah Oknum Baznas Diperiksa
Baznas Boyolali Salurkan Bantuan Rp 250 Juta untuk Warga Membutuhkan
Satgas Covid-19 Klaten Terima Bantuan Alkes-Sembako dari Baznas
Akun Instagram Baznas RI Diretas
Pertama Kali di Jateng, Rumah Sehat Baznas Bakal Berdiri di Brebes
Dongkrak Perolehan Dana, Baznas Jepara akan Luncurkan Gerakan Cinta Zakat
Bupati Jepara Salurkan Zakat Mal ke 100 Warga Kalianyar

“Untuk jumlah uang yang dikumpulkan selama ini sesuai aturan 2,5 persen dari gaji para ASN atau sekitar 200 ribu rupiah, dengan jumlah 800 Pegawai Negeri dibawah Kemenag selama 2 tahun terakhir dikumpulkan, untuk itu kalau tidak bisa diselesaikan dengan baik pihaknya berharap oknum tersebut bisa diproses ke ranah hukum,”katanya.

Sementara itu, terkait adanya kasus dugaan penggelapan dana umat yang bersumber dari Baznas dibenarkan oleh Kepala Inspektorat Pemerintah Kabupaten Batang, Bambang Supriyanto, melalui Inspketur Pembantu Wilayah V, Imam Budiyono yang diminta bupati untuk memeriksa para pengurus pegawai atau SDM yang ada di kantor tersebut. Sesuai  regulasi pihaknya hanya sebatas memeriksa managerialnya keuangan, dan memang menemukan ada ketidak lengkapan setelah memeriksa oknum  yang merupakan pembantu perbendaharan di Baznas diduga menggelapkan uang tersebut.

“Hasil pemeriksaan oknum dengan inisial DA  (26) tahun bekerja di Baznas Batang sebagai pembantu bendahara atau pemegang khas dana zakat tersebut mengakui uangnya ada yang digunakan untuk kepentingan pribadi dan tidak terbukukan dengan jelas atau hilang,”jelasnya.

Sementara itu, saat akan minta konfirmasi ke Kantor Baznas Batang yang berada di jalan Jenderal Ahmad Yani no. 09 Keluaran Kauman Kecamatan Batang Kota tersebut, nyaris tidak ada aktifitas perkantoran. 1 bangunan rumah yang digunakan untuk 3 lembaga yakni Baznaz, Dewan Masjid Indonesia dan MUI tersebut sepi, nomor telepon ketua Baznas juga tidak bisa dihubungi.(UJ)


tags: #baznas #batang #penggelapan #kemenag

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI