Kondisi Lapas Kelas I Tangerang pascakebakaran, Foto: Istimewa

Kondisi Lapas Kelas I Tangerang pascakebakaran, Foto: Istimewa

Mantan Narapidana Politik Orba Deklarasikan Empat Sikap Terkait Kebakaran Lapas Tangerang

Dirjen PAS didesak mereformasi tata kelola pemasyarakatan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan warga binaan.

Senin, 13 September 2021 | 12:58 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Mantan Narapidana Politik Orde Baru (KMNPOB) menyatakan empat sikap terkait kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang. Pertama, KMNPOB menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya 44 warga binaan di LP Kelas I Tangerang,Banten. 

"Mengusulkan dibentuk Tim Pencari Fakta Independen yang melibatkan aparat kepolisian dan kelompok masyarakat sipil yang memiliki kepedulian terhadap isu pemasyarakatan dan HAM." bunyi pernyataan sikap kedua.

Ketiga, mendesak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kumham), khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), untuk segera mereformasi tata kelola pemasyarakatan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan warga binaan dan menjadikan isu hak asasi manusia bukan sekadar lips service.

BERITA TERKAIT:
Pasar Jenglot Sragen Terbakar, Pedagang Tak Sempat Selamatkan Barang Dagangan
Kebakaran Dahsyat Melanda Pasar Jenglot Sragen, Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah
Dapur Warga Delingan Karanganyar Ludes Terbakar, Tiga Korban Dilarikan ke RS
22 Kebakaran Terjadi di Wonogiri Sejak Awal 2021
Didesak Mundur Gegara Kebakaran Lapas Tangerang, Ini Jawaban Yasonna
Bengkel di Klaten Ludes Terbakar, Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah
Berawal Bakar Sampah, Kandang Sapi di Sragen Ludes Terbakar

"Mendesak Dirjen Pemasyarakatan (Dirjenpas) mengundurkan diri sebagai tanggungjawab kelalaiannya telah menyebabkan 44 orang narapidana terbakar dan meninggal dunia," bunyi pernyataan sikap keempat.

Diketahui, kebakaran terjadi di Kompleks Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas 1 Tangerang Banten, Rabu (8/9) dini hari, menewaskan sedikitnya 44 orang dan mencederai puluhan lainnya. 

Peristiwa kebakaran seperti ini bukanlah yang pertama terjadi, bahkan ini adalah yang terburuk. kebakaran di penjara bukanlah perkara remeh, karena ada nyawa yang hilang. Ini menyangkut masalah pengabaian hak asasi manusia (HAM) oleh negara. Kasus ini menunjukkan "ada masalah serius" dalam tata kelola pemasyarakatan di Indonesia.

Para tahanan dan terpidana kerap ditempatkan dalam penjara yang sesak (overcapacity), tidak aman, bahkan mengancam hidup dan kesehatan manusia. Meski diketahui mereka telah melakukan pelanggaran pidana, namun sejatinya mereka adalah manusia yang berhak atas kondisi yang layak dan hak atas kesehatan. 

Seluruh narapidana berhak mendapatkan perlakuan manusiawi dan bermartabat. Tempat penahanan (LP dan Rutan) harus memberikan hak-hak dasar seperti makanan yang baik, tempat tinggal yang layak dan aman, serta sarana pendidikan sosial yang inklusif.

Yang menandatangani pernyataan sikap ini:

1. Petrus Hariyanto (Napol PRD Tahun 1996-1999)
2. Fauzi Isman (Napol Kasus Lampung, 1989-1998)
3. Tri Agus Susanto alias TASS (Napol Pijar, 1995-1997)
4. Wilson  (Napol PRD Tahun 1996-1998).
5. Roso Suroso (Napol PRD Tahun 1996-1999)
6. Isti Nugroho (Napol Kasus Diskusi Buku Pramudya Ananta Toer)
7. Eko Maryadi (Napol Aliansi Jurnalis Independen, 1995-1997)
8. Ken Budha Kusumandaru (Napol PRD Tahun  1996-1998)
9. Budiman Sudjatmiko (Napol PRD Tahun 1996-1999)
10. Jacobus Eko Kurniawan Napol PRDtahun 1996-1999)


tags: #kebakaran #lapas kelas i tangerang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI