Logo MUI, Gambar: Istimewa

Logo MUI, Gambar: Istimewa

MUI Desak YouTube "Take Down" Video "Aku Bukan Homo"

Tidak ada agama yang membolehkan LGBT.

Senin, 13 September 2021 | 15:17 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Video klip musik bernuansa LGBT "Aku Bukan Homo" beredar di YouTube. Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas pun mendesak pihak Youtube take down konten tersebut.

Diketahui, video klip musik beredar ini berjudul Aku Bukan Homo yang dirilis pada 10 September 2021. Video ini menampilkan gambar dua buah pisang yang disertakan dengan tulisan 'Sindu, Aku Bukan Homo'. Lirik lagi yang dinyanyikan dalam video ini pun mendeskripsikan homoseksual.

"MUI meminta dan mendesak pihak youtube agar menghormati nilai-nilai dan norma-norma serta hukum yang berlaku di dalam negara RI dengan men-take down konten tersebut," UNGKAP Anwar Abbas dalam keterangan tertulis, Senin (13/9).

BERITA TERKAIT:
MUI Desak YouTube "Take Down" Video "Aku Bukan Homo"
Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap JAI di Sintang, Jamasan: Ini Mencederai Hak Kebebasan Beragama
MUI Menyatakan Semua Vaksin Covid-19 yang Beredar di Indonesia Boleh Digunakan
Muhammad Kece Ditangkap, MUI Puji Polri
Ada Usulan Khotbah 15 Menit, PBNU: Lebih dari Cukup
Muhammadiyah: Konteks Khotbah Singkat adalah Sunah Nabi
Terkait Usulan Khotbah 15 Menit, MUI: Bukan Durasi yang Bikin Jemaah Ketiduran

Anwar Abbas mengatakan Indonesia memiliki dasar negara pancasila dan UUD 1945. Dimana dalam sila pertama berkaitan dengan ketuhanan yang Maha Esa.

"Negara kita adalah negara yang berfalsafahkan pancasila dan memiliki hukum dasar yaitu UUD 1945. Sila pertama dari pancasila tersebut adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dimana di dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 1 jelas2 disana ditegaskan bahwa sila pertama ketuhanan yang maha esa itu, adalah merupakan dasar negara," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai hal ini lah yang mendasari tidak dibolehkannya kegiatan yang bertentangan dengan nilai ajaran agama. Terlebih menurutnya tidak ada agama yang membolehkan LGBT.

"Oleh karena itu sebagai konsekwensi logis dari falsafah dan dasar negara kita yang seperti itu maka tidak boleh ada di negeri ini praktek-praktek dan atau kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama yang ada, apalagi seperti kita ketahui tidak ada satu agamapun di negeri ini dari 6 agama yang diakui oleh negara yang membolehkan praktek LGBT tersebut," jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar pemerintah tanggap dan cepat bertindak terkait masalah ini. Menurutnya hal ini untuk melindungi dan tidak merusak jati diri anak bangsa.

"Kepada pemerintah MUI meminta agar pemerintah cepat tanggap serta bisa secepatnya bertindak untuk melindungi rakyat dari hal-hal yang akan bisa merusak jati diri mereka sebagai anak-anak bangsa yang pancasilais, beragama, berakhlak dan berbudaya," pungkasnya.


tags: #mui #aku bukan homo

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI