Beri Pembelajaran, DPRD Jateng Dukung Kegiatan Parlemen Remaja 2021

Sedangkan Ketua KPID Jawa Tengah M. Aulia menjelaskan situasi dan kondisi penyiaran Indonesia yang saat ini cukup miris dan kurang tersaring dengan baik. 

Senin, 13 September 2021 | 19:10 WIB - Didaktika
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- Guna memberikan kegiatan pembelajaran politik kepada generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA dan sederajat, Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI menggelar kegiatan ‘Parlemen Remaja 2021’ dengan tema “Remaja di Era Kebebasan Informasi: Siaran Berkualitas, Masyarakat Cerdas”. Para remaja itu selama lima hari akan merasakan simulasi menjadi Anggota DPR RI.

Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dan sambutan baik dari DPRD Provinsi Jawa Tengah, menurut Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Dwi Yasmanto, saat mengikuti dialog secara virtual dengan 10 siswa asal Jateng yang mengikuti kegiatan Parlemen Remaja, Senin (13/9/2021), kegiatan tersebut sangat berkualitas dan mampu menjadi bekal politik positif untuk anggota Parlemen Remaja yang terpilih. Diharapkan, nantinya mampu membawa dampak positif untuk lingkungannya.

“Aktifitas kalian positif dan sangat bermanfaat. Banyak anak muda yang sangat tidak mengetahui, bahkan tidak suka hal-hal yang berbau politik. Padahal, untuk menyejahterakan negara harus dengan mekanisme politik,” ucap Politikus Gerindra tersebut.

BERITA TERKAIT:
Beri Pembelajaran, DPRD Jateng Dukung Kegiatan Parlemen Remaja 2021
Covid-19 Melandai, Indonesia Harus Dikeluarkan dari Daftar Hitam Umroh dan Haji
Sebaran Vaksin di Jawa Tengah Timpang, DPRD Jateng Tagih Vaksinasi ke Pemprov
Pansus Covid-19 DPRD Jateng akan Dorong Pemprov Jateng Serius Tangani Kasus Corona
Percepat Pemulihan Pandemi, DPRD Jateng Bentuk Pansus Penanggulangan Covid-19
Ganjar Tak Hadir Saat Paripurna DPRD Jateng, Zainudin: Itu Tidak Etis!
DPRD Dorong Pemanfaatan Aset Pemprov Jateng yang Belum Terpakai

Dwi Yasmanto pun kepada para anggota parlemen kecil itu menjelaskan tupoksi DPRD, secara kelembagaan DPRD membentuk peraturan daerah bersama gubernur, kemudian perda yang dibahas disahkan DPRD bersama Gubernur. “Dinamika apa saja yang akan dianggarkan. Misalnya membangun jalan, memberikan bantuan kepada petani, bantuan kepada UMKM, dan setelah anggaran disetujui DPRD melakukan pelaksanaan daerah. Setelah disahkan menjadi perda, yang namanya perda wajib dilaksanakan oleh gubernur,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua KPID Jawa Tengah M. Aulia pada tema ‘Remaja di Era Kebebasan Informasi: Siaran Berkualitas, Masyarakat Cerdas’ menjelaskan situasi dan kondisi penyiaran Indonesia yang saat ini cukup miris dan kurang tersaring dengan baik. 

Terkait dengan kualitas siaran yang disiarkan bagi masyarakat Indonesia, menurutnya masyarakat masih kurang cerdas saat memilih tayangan. Meski begitu, Ia menegaskan hal tersebut sebetulnya juga menjadi tanggungjawab bagi penyedia informasi saat membuat konten pada siaran frekuensi publik.

“Baiknya, penyiarannya lebih cerdas karena informasi saat ini sudah tanpa batas. Informasi yang mudah tersebar tanpa saringan dan tidak disikapi secara hati-hati, maka akan berbahaya. Munculnya berita hoax karena lingkungan sebagian besar percaya. Misalnya, tersebarnya informasi hoax melalui grup WhatsApp keluarga,” beber Aulia.

Salah seorang peserta bernama Eyla Mahardika yang juga selaku Anggota Parlemen Remaja Wilayah Jateng VI menanyakan kepada KPI mengenai pengawasan terhadap siaran multi-platform yang sudah eksis di Indonesia. Ia mengkhawatirkan siaran tersebut tidak tersaring secara sehat.

Mendapatkan pertanyaan itu, Aulia kemudian menjelaskan multi-platform masih menjadi persoalan karena sampai sekarang belum ada pihak KPI yang mengawasi. Regulasi yang mengatur KPI sendiri tidak dapat mengawasi media di multi-platform. “Saat ini, KPI hanya dapat mengawasi media yang menggunakan frekuensi publik seperti televisi, radio, dan TV berlangganan. Namun, mungkin ke depan akan diusulkan,” katanya.
 


tags: #dprd jateng #komisi a dprd #kpid jateng #parlemen remaja

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI