Jateng Terima Penghargaan Peningkatan Ekspor Tertinggi, Gus Yasin: Capai 8 Triliun

Dua kabupaten yang andil dalam membantu Jateng meraih penghargaan ekspor tertinggi yakni Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes.

Selasa, 14 September 2021 | 01:29 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan terbaik Abdi Tani 2021 dari Kementerian Pertanian dengan kategori Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi di Indonesia. 

Penghargaan tersebut, diterima secara langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dari Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin, didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Senin (13/9/2021).

"Jawa Tengah meraih penghargaan sebagai Provinsi dengan peningkatan nilai ekspor tertinggi, mencapai Rp 8,3 triliun,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

BERITA TERKAIT:
Gus Yasin Dorong Peningkatan Ekonomi Syariah Melalui Wisata Halal di Jateng
Produk UMKM Ponpes Ditargetkan Tembus Pasar Mancanegara
Pemprov Jateng Latih Santri Percantik Kemasan Produk UMKM Ponpes
Ponpes di Jateng Berperan Penting Tingkatkan Ekonomi Syariah
Gus Yasin: Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 Harus Dapat Pendidikan dan Pelatihan
Gus Yasin Dorong Anak untuk Pendidikan di Sekolah Negeri
Gus Yasin: Kemajuan Teknologi Harus Jadi Ajang Kreativitas Mahasiswa

Adapun dua kabupaten yang andil dalam membantu Jateng meraih penghargaan ekspor tertinggi yakni Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes. Selain itu, kata dia, Kabupaten Semarang juga masuk ke dalam lima besar pada tingkat kabupaten dengan peningkatan nilai ekspor mencapai Rp 2,5 triliun.

Gus Yasin menambahkan, untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian perlu kerjasama berbagai pihak. Salah satunya, lanjut Gus Yasin, seperti yang diusulkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi Pelabuhan hortikultura.

"Dengan pelabuhan tersebut Pak Gubernur dan saya juga berharap ekspor komoditas pertanian bisa dikirim dari Pelabuhan Semarang. Dengan demikian rangkaian ekspor ini juga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani," jelasnya.

Selain itu, Gus Yasin juga mengimbau para petani untuk mulai bersaing dengan mancanegara. Menurutnya, banyak potensi pertanian yang dapat dikembangkan, sehingga jumlah ekspor bisa meningkat.

"Saya dapat kabar beberapa waktu lalu, ada uji lab di Jateng ini yang menunjukkan Edamame kita lebih baik kualitasnya dibanding Amerika. Maka itu perlu kita dorong lagi," tandas dia.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, menyampaikan apresiasi kepada kepala daerah yang telah bekerja keras membuat terobosan dan inovasi dalam sektor pertanian di wilayah masing-masing. 

"Kita bersyukur di pandemi ini, sektor pertanian mampu hadir sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang telah menciptakan terobosan dan inovasi serta berhasil secara nyata mendorong daerahnya dalam memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan pertanian nasional," kata Ma'ruf Amin.

Ia menambahkan, ketangguhan sektor pertanian di masa pandemi ini tidak bisa dilepaskan dari kerja keras semua pihak. Menurutnya, roda pembangunan nasional pun tidak bisa dilakukan kerja bersama yang integratif dan kolaboratif.

Lebih jauh, Wakil Presiden menjelaskan tujuan pembangunan pertanian meliputi tiga hal, yakni pemenuhan kebutuhan pangan rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor. Terkait pemenuhan kebutuhan pangan rakyat Indonesia, lanjutnya, pemerintah masih bisa menjamin ketersediaan 11 komoditas utama bagi 273 juta jiwa. 

"Produksi beras nasional dalam 2 tahun terakhir sangat menjanjikan. Hingga minggu ketiga Agustus 2021 stok beras kita mencapai 7,60 juta ton. Kondisi kondusif stok pangan dalam negeri diikuti dengan meningkatnya kinerja ekspor pertanian. BPS mencatat total ekspor pertanian, mulai Januari hingga Juli 2021, mencapai 2,24 miliar dolar amerika. Atau meningkat 8,72 persen dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya," papar dia.

Berdasar informasi yang dirangkum tim redaksi, Provinsi Jawa Tengah tercatat memiliki peningkatan ekspor sebesar 8,3 triliun untuk komoditas pertanian. Angka itu lebih unggul dari empat provinsi lain yakni Kalimantan Timur sebesar 6,7 triliun, Jambi sebesar 5,1 triliun, Kalimantan Barat sebesar 4,4 triliun. Dan, Sulawesi Utara memiliki peningkatan ekspor sebesar 3,9 triliun.


tags: #taj yasin maimoen #wakil gubernur jawa tengah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI