Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Tiga Gembong Narkoba Divonis Mati PN Depok

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sabu tersebut dikirim dari China.

Selasa, 14 September 2021 | 08:29 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Jakarta – Tiga gembong narkoba bernama Junaidi, Zulkarnain dan Eko Saputro, divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Depok.Yang bertindak sebagai ketua majelis tersebut yakni Andi Musafir dengan anggota Fauzi dan Ahmad Fadil.

Putusan PN Depok yang dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Depok, Selasa (14/9/2021) berbunyi "Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa I. Junaidi Als Edi Bin Solihin (Alm), Terdakwa II. Zulkarnain Als Ijul Bin Jumali dan Terdakwa III. Eko Saputra Als Eko Bin Kammarudin, oleh karena itu masing-masing dengan pidana mati,"

Vonis mati itu sesuai dengn tuntutan jaksa yang menuntut ketiganya juga dengan hukuman mati. "Semua barang bukti yang ada disita atau dirampas untuk negara." tutur majelis.

BERITA TERKAIT:
Tiga Gembong Narkoba Divonis Mati PN Depok

Adapun barang bukti tersebut antara lain mobil Honda Jazz No Pol BM-1385-DS tahun 2012 warna Putih, STNK atas nama Faradina Liviesta, alamat Komplek Talang Nomor 181 RT04/RW05 Kelurahan Pematang Pidum, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Kemudian, BB mobil merk Toyota Kijang Super warna Biru Metalik No Pol BM-1179-RS, STNK atas nama Zulkifli, alamat Sri Indra Pura Gg Istikomah 12 RT11 Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai.

Aparat kepolisian sebelumnya telah meringkus enam tersangka dari lima laporan polisi dengan barang bukti 25 gram sabu. Dari penangkapan itu, polisi akhirnya mengungkap jaringan yang lebih besar.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil. menerangkan bahwa terungkapnya kasus ini membuktikan bahwa ketika kita bekerja dengan serius dan bersungguh-sungguh, pengungkapan kasus besar bisa dimulai dari pengungkapan kasus kecil.

“Dari pengembangan 5 laporan tersebut, kemudian tim Reserse Narkoba Polres Depok melakukan pengembangan ke Kota Padang dan berhasil mengembangkan dengan menangkap 1 orang tersangka atas nama Edi Pranoto dan 1 orang msh DPO, berhasil disita 44 kg sabu," ujarnya.

Setelah itu, Polres Depok menangkap jaringan pelaku di atasnya. Pada 1 Februari 2021, tim kemudian menangkap 3 tersangka lainnya di Pekanbaru, Riau. "Dari hasil pengembangan, pada tanggal 1 Februari 2021 di Pekanbaru tim berhasil menangkap 3 orang tersangka atas nama Junaidi, Zulkarnaen, dan Eko Saputro. Tiga tersangka lainnya DPO dan saat ini masih dikembangkan dan dilakukan pengejaran," paparnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sabu tersebut dikirim dari China. Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan adalah menyamarkan dalam bentuk teh.

“Ini adalah biasanya dari Malaysia, China kemudian Malaysia dan ini adalah jaringan internasional yang masuk ke Indonesia, baik itu melalui pelabuhan-pelabuhan yang ada, pelabuhan-pelabuhan tikus biasanya melalui Pekanbaru dari Malaysia. Malaysia-Pekanbaru tuh sangat dekat, kemudian sampai ke Indonesia baru lewat darat, gitu." tukasnya.


tags: #gembong narkoba #pengadilan negeri #depok #mati

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI