Ilustrasi tangan diborgol, Foto: Istimewa

Ilustrasi tangan diborgol, Foto: Istimewa

Suami di Rembang Palsukan Dokumen Agar Istri Bisa Nikah Lagi

Uang yang didapat Badriyah dari pernikahannya dengan korban AK digunakan untuk menutup kebutuhan sehari-hari bersama Sucipto.

Selasa, 14 September 2021 | 08:50 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Rembang - Sepasang suami istri di Rembang Jawa Tengah, Sucipto (44) dan Badriyah (36) ditangkap polisi karena memalsukan dokumen. Sucipto memalsukan dokumen agar istri bisa menikah dengan pria lain dan berstatus lajang.

Kini, pasangan suami istri tersangka tersebut ditahan di Mapolres Rembang untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka diancam dengan pasal 263 ayat 1 KUHP tentang Pemalsuan Surat dengan hukuman penjara 6 tahun.

Sucipto adalah perangkat Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem. Sementara Badriyah merupakan kepala salah satu tempat pendidikan anak usia dini (PAUD) di desa setempat.

BERITA TERKAIT:
Wanita Ini Kaget Dokumen Pribadinya Dipakai Atasan untuk Nikah Lagi
Suami di Rembang Palsukan Dokumen Agar Istri Bisa Nikah Lagi
Dipaksa Hubungan Badan, Istri Cekik Suami Hingga Tewas
Aniaya Istri dan Mertua, Seorang Pria Dicekal
Seorang Suami Bacok Istri hingga Tewas karena Minta Cerai
Suami Bunuh-Kubur Istri Hamil ke Septic Tank, Keluarga: Hukum Mati!
Tega! Suami Habisi Nyawa Istri lalu Jasad Dibuang ke Sumur Tua

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan mengatakan pasangan suami istri tersebut sepakat agar sang istri menikah dengan korban yakni seorang pria berinisial AK. Namun, dalam pernikahan tersebut, Badriyah menggunakan dokumen identitas milik salah seorang guru di PAUD yang diasuhnya yakni seorang wanita berinisial SC.

Sehingga, dalam pernikahan tersebut Badriyah menggunakan nama SC hingga akhirnya terbit akta nikah yang sah dengan AK. Hingga akhirnya SC yang tidak tahu apa-apa berencana menikah tapi fakta yang dia temukan tak terduga. Namanya ternyata telah terdaftar menikah dengan seorang pria berininsial AK yang tak dikenalnya.

"Jadi ketahuannya setelah korban (SC) hendak menikah, namun tidak bisa. Karena dalam pencatatan KUA Lasem, namanya telah terdaftar sudah menikah dengan AK. Hingga akhirnya SC melaporkan ke kepolisian," jelas Dandy, kepada wartawan, Senin (13/4/2021).

Dandy menjelaskan awalnya Sucipto dan istrinya sepakat untuk mempromosikan Badriyah melalui pesan Michat. Hingga akhirnya berkenalan dengan AK dan hubungan keduanya berlanjut ke pernikahan.

"Selama pernikahan tersebut Badriyah mendapatkan uang kebutuhan dari setiap minggunya sebesar Rp 450 ribu. Lalu uang tersebut oleh Badriyah diberikan kepada Sucipto," paparnya.

"Dan setiap malam hari selama pernikahan, Badriyah melakukan hubungan suami istri dengan AK dan untuk siang harinya pulang ke rumahnya untuk melakukan hubungan suami istri dengan Sucipto," imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Hery Dwi Utomo menambahkan, uang yang didapat Badriyah dari pernikahannya dengan korban AK, digunakan untuk menutup kebutuhan sehari-hari bersama Sucipto.

"Jadi kan dapat jatah uang mingguan. Kemudian uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Memang awalnya karena faktor ekonomi, tapi di sisi lain karena sang istri ini merasa tidak puas dengan suaminya. Jadi faktor ekonomi, sebelum nikah kan ada uang mahar, itu sampai puluhan juta kan untuk beli ini itu, ditambah uang jatah mingguan," pungkasnya.


tags: #suami #memalsukan dokumen # istri bisa menikah #rembang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI