Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Widi Prasetijono saat meninjau pasukan pengamanan perbatasan, di Blora, Senin (13/9) (foto: dok).

Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Widi Prasetijono saat meninjau pasukan pengamanan perbatasan, di Blora, Senin (13/9) (foto: dok).

Kasdam IV Diponegoro Ingatkan Jajarannya untuk Bersikap Waspada di Perbatasan Negara

Para unsur pimpinan dihimbau agar melaksanakan komando dan pengendalian secara optimal, efektif dan efisien.

Selasa, 14 September 2021 | 09:59 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, BloraKodam IV Diponegoro mengingatkan jajarannya yang bertugas di wilayah perbatasan negara agar bersikap selalu waspada. Sikap kewaspadaan itu baik terkait isu kesenjangan sosial maupun tindakan ilegal oknum tertentu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Widi Prasetijono saat Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiapops) Tingkat Kotama Satgas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini di Yonif 410 Alugoro, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Blora, Senin (13/9/2021).

Widi mengatakan bahwa dalam UU RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Operasi Pengamanan Perbatasan Negara merupakan salah satu tugas pokok TNI-AD yaitu Operasi Militer Selain Perang (OMSP). 

BERITA TERKAIT:
Kasdam IV Diponegoro Ingatkan Jajarannya untuk Bersikap Waspada di Perbatasan Negara

“Selain menjaga perbatasan, membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat juga menjadi hal penting guna menjalin hubungan baik dengan masyarakat, diantaranya memberikan berbagai penyuluhan dan mengajar anak-anak setempat, sehingga generasi muda Papua dapat menikmati pendidikan setara dengan daerah lain yang lebih maju,” kata Widi.

Ia menekankan kepada seluruh Prajurit agar selalu menjaga kewaspadaan, sebab saat ini di wilayah perbatasan masih ada  kesenjangan sosial antara warga pendatang dengan masyarakat lokal dan isu bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA). Disamping itu, ada pula beberapa tindakan ilegal juga perlu diwaspadai seperti pelintas batas ilegal, penyelundupan minuman keras, narkoba dan kayu ilegal serta pergeseran patok perbatasan. 

“Hal ini sangat rentan menjadi pemicu konflik disamping kondisi alam serta cuaca yang juga harus diantisipasi untuk menghindari kendala dalam pelaksanaan tugas nantinya,” jelasnya.

Dia pun memerintahkan anggotanya untuk segera mempelajari situasi dan kondisi daerah penugasan. Memahami adat istiadat dan kebiasaan masyarakat juga penting guna mendapatkan simpati rakyat dengan menerapkan Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.

“jangan ambil alih peran tokoh masyarakat di daerah penugasan, tetapi ajak mereka untuk bersama-sama memajukan wilayahnya ” tegas dia.

Demi suksesnya pelaksanaan tugas nanti, para unsur pimpinan dihimbau agar melaksanakan komando dan pengendalian secara optimal, efektif dan efisien sehingga setiap saat satuan siap untuk digerakkan. 

“Pedomani dan terapkan hasil latihan pratugas, pahami dan kuasai medan, lakukan inventarisasi secara periodik khususnya persenjataan, amunisi dan bahan peledak, gunakan atau manfaatkan bekal operasi yang diterima dan laksanakan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan serta jaga kondisi tubuh selama penugasan agar terhindar dari penyakit malaria" imbaunya.

Widi menambahkan agar para Prajurit bersikap baik-baik dengan warga setempat. Dengan komunikasi dan interaksi positif yang dijalin di medan tugas diharapkan misi penugasan akan berhasil dilaksanakan.

"Jadikan masyarakat Papua menjadi bagian dari keluarga kita,sehingga mereka pun akan memperlakukan yang sama" tandas Widi.


tags: #kodam iv diponegoro #protokol kesehatan #kesenjangan sosial #brigjen tni widi prasetijono

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI