Ilustrasi pencemaran sungai. Foto: Istimewa.

Ilustrasi pencemaran sungai. Foto: Istimewa.

Pencemaran di Sungai Bengawan Solo, Dua Perusahaan Ciu Jadi Sorotan Polda Jateng

Sejauh ini telah diperiksa 133 home industri ciu di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Selasa, 14 September 2021 | 10:14 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang – Polda Jawa Tengah menitikberatkan penyelidikan kasus pencemaran Sungai Bengawalan Solo di Sukoharjo terhadap dua industri besar pembuatan bahan baku alkohol atau etanol (ciu). Sebab dua industri itu diketahui sudah mendapat sanksi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Alqudussy mengatakan sejauh ini pihaknya telah memeriksa 133 home industri ciu di bantaran Sungai Bengawan Solo. Perusahan itu berada di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto. Selain itu pihaknya memeriksa intensif dua perusahaan yang telah dikenai sanksi dari DLHK. Meski begitu, Polda tak menyebut nama dua perusahaan itu.

"Kami juga mengadakan penyelidikan terhadap dua perusahaan yang mendapat sanksi administratif dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah," kata Iqbal di Semarang, Selasa (14/9).

BERITA TERKAIT:
Dirlantas Jateng Gelar Vaksinasi Massal Bagi Driver Ojol dan Sopir Angkot
Catat! Mulai Hari Ini Polda Jateng Gelar Operasi Lalu Lintas
Jelang HUT Korps Lantas, Polda Jateng Gelar Vaksinasi Massal di Kota Semarang
Pencemaran di Sungai Bengawan Solo, Dua Perusahaan Ciu Jadi Sorotan Polda Jateng
Kasus Pencemaran di Sungai Bengawan Solo, Polda Jateng Periksa 133 Home Industri Ciu
Terlibat Penipuan Arisan Online, Ibu Hamil Asal Wonogiri Diburu Polisi
Hari Ini, Korban Arisan Online di Salatiga Bakal Melapor ke Polda Jateng

Dua perusahaan tersebut, kata dia, sebelumnya telah memperoleh sanksi administratif dari DLHK provinsi. Pemeriksaan mendalam kata dia dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut masih nekat buang limbah ke Sungai Bengawan Solo atau tidak.

"Kami cek apakah perusahaan tersebut masih menyalahi aturan atau tidak. Kalau masih menyalahi aturan, maka (pihak manajemen) dalam proses penyidikan nantinya bisa ditetapkan sebagai tersangk," jelasnya.


tags: #polda jateng #bengawan solo #pencemaran #dlhk

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI