Pasutri di Rembang ditangkap terkait dugaan pemalsuan pernikahan, Senin (14/9), Foto: Istimewa

Pasutri di Rembang ditangkap terkait dugaan pemalsuan pernikahan, Senin (14/9), Foto: Istimewa

Suami Palsukan Dokumen Istri Agar Bisa Nikah Lagi karena Tak Terpuaskan

Selain tak terpuaskan, masalah ekonomi melatarbelakangi pemalsuan dokumen tersebut.

Selasa, 14 September 2021 | 10:26 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Rembang -  Pasangan suami istri (pasutri) di Rembang Sucipto (44) dan Badriyah (36) ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen. Sucipto memalsukan dokumen agar istri bisa menikah lagi dengan status perawan.  Atas perbuatannya, pasutri ini dijerat dengan pasal 263 ayat 1 KUHP tentang pemalsuan surat dengan hukuman penjara 6 tahun.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menyebut modus pasutri ini yakni Sucipto memalsukan memalsukan dokumen istrinya menggunakan identitas SC, teman kerja Badriyah. Aksi pasutri ini mulai terendus saat SC hendak mendaftar pernikahan di KUA Kecamatan Lasem.

Saat itu berkas pendaftaran SC tersebut ditolak KUA Kecamatan Lasem karena nama SC tercatat sudah menikah dengan pria inisial AK. Padahal, SC tak pernah menikah dengan siapapun sebelumnya.

BERITA TERKAIT:
Suami Nikahkan Istri di Rembang Raup Mahar Puluhan Juta
Wanita Ini Kaget Dokumen Pribadinya Dipakai Atasan untuk Nikah Lagi
Suami Palsukan Dokumen Istri Agar Bisa Nikah Lagi karena Tak Terpuaskan
Pemalsuan Dokumen, Ibu dan Tiga Anak Kandung di Purbalingga Saling Lapor

Usai kasus ini terungkap, polisi akan meminta KUA untuk membatalkan segala dokumen terkait pernikahan Badriyah yang memakai identitas SC. "Nanti kita akan koordinasi dengan pihak KUA, untuk membatalkan akta ini. Kemudian si korban agar bisa menikah," jelasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Hery Dwi Utomo Hery mengatakan bahwa Sucipto sepakat Badriyah menikah lagi karena faktor ekonomi. Badriyah menggunakan aplikasi Michat untuk mencari pria yang mau menikah dengannya.

Setelah Badriyah mendapatkan data identitas SC, Sucipto yang bekerja sebagai perangkat desa dengan leluasa memalsukan dokumen syarat pernikahan untuk istrinya itu dengan pria inisial AK.

"Ngurus surat-suratnya langsung dilakukan oleh Sucipto karena perangkat. Sampai masuk ke KUA, dan lain sebagainya bisa dilakukannya, bahkan akta nikah juga akhirnya bisa didapat, dan sah. Jadi Badriyah itu menikah lagi dengan AK dengan menggunakan identitas SC," kata Hery kepada wartawan, Senin (13/9).

"Selama pernikahan tersebut Badriyah mendapatkan uang kebutuhan dari setiap minggunya sebesar Rp450 ribu. Lalu uang tersebut oleh Badriyah diberikan kepada Sucipto," lanjutnya.

Selain faktor ekonomi, Badriyah mengaku kurang puas dengan Sucipto. Meski begitu, Badriyah tetap mempertahankan ikatan perkawinan dengan Sucipto.
 


tags: #memalsukan dokumen # istri bisa menikah #rembang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI