Ilustrasi peretasan, Foto: Istimewa

Ilustrasi peretasan, Foto: Istimewa

BIN Sebut Serangan Siber terhadap Lembaganya adalah Hal Wajar

Server BIN masih dalam kondisi aman terkendali hingga saat ini.

Selasa, 14 September 2021 | 11:23 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) membantah servernya dibobol hacker asal Cina. Namun, BIN menilai serangan siber terhadap lembaganya adalah hal yang wajar.

"Serangan siber terhadap BIN adalah hal yang wajar, mengingat BIN terus bekerja untuk menjaga kedaulatan NKRI dan mengamankan kepentingan nasional rakyat Indonesia," ungkap Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto, Selasa (14/9).

Ia menjelaskan, pihaknya selalu melakukan pengecekan server secara berkala. Selain itu, lanjutnya, BIN juga bekerja sama dengan instansi lain untuk memastikan servernya bebas dari peretasan.

BERITA TERKAIT:
Jepang Peringatkan Potensi Teror, BIN: Warga Jangan Khawatir Berlebihan
BIN Bantah Servernya Diretas Hacker
BIN Sebut Serangan Siber terhadap Lembaganya adalah Hal Wajar
BIN Deteksi Provokator Tuntut Jokowi Mundur
Bamsoet Dukung BIN Gelar Vaksinasi Door To Door
HRS Sebut Markaz Syariah Diintai Pakai Drone oleh BIN
Gugurnya Kabinda Papua, DPR: Perlunya Penguatan BIN

"BIN bekerja sama dengan BSSN, Kominfo serta lembaga pemerintah lainnya untuk memastikan jaringan BIN aman dan bebas dari peretasan," tukasnya.

Karena itu, ia menegaskan, server BIN masih dalam kondisi aman terkendali hingga saat ini. Namun, dia memastikan BIN terus mendalami kebenaran dugaan pembobolan data itu.

"BIN saat ini terus mendalami dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait kebenaran informasi peretasan server BIN maupun K/L lainnya. Namun demikian, hingga saat ini server BIN masih dalam kondisi aman terkendali dan tidak terjadi hack sebagaimana isu yang beredar bahwa server BIN diretas hacker asal China," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, 10 kementerian dan lembaga di Indonesia diduga dibobol hacker Cina. Pelakunya adalah kelompok yang disebut sebagai Mustang Panda.

Dugaan ini diberitakan The Record berdasarkan laporan dari Insikt Group, divisi riset ancaman siber milik Recorded Future. Seperti dilihat dari website mereka, Minggu (12/9) kelompok hacker ini diduga adalah Mustang Panda.

Penembusan oleh hacker Cina ini diduga sudah terjadi sejak bulan Maret 2021. Titik masuk dan metode malware mereka masih belum jelas. Insikt Group disebutkan sudah memberi tahu pemerintah Indonesia pada Juni dan Juli 2021. Namun menurut mereka, pihak pemerintah Indonesia saat itu belum memberikan tanggapan.

Badan Intelijen Negara (BIN) diklaim Insikt juga dibobol. The Record mengatakan meminta konfirmasi pada Juli dan Agustus namun tidak ditanggapi.


tags: #bin #peretasan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI