Ilustrasi peretasan, Foto: Istimewa

Ilustrasi peretasan, Foto: Istimewa

BIN Bantah Servernya Diretas Hacker

BIN selama ini terus bekerja menjaga kedaulatan Indonesia.

Selasa, 14 September 2021 | 16:55 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) mendalami dugaan peretasan data 10 kementerian dan lembaga oleh hacker Cina. Namun BIN membantah servernya ikut diretas.

"BIN saat ini terus mendalami dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait kebenaran informasi peretasan server BIN maupun K/L lainnya. Namun demikian, hingga saat ini server BIN masih dalam kondisi aman terkendali dan tidak terjadi hack sebagaimana isu yang beredar bahwa server BIN diretas hacker asal China," ungkap Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto, Selasa (14/9).

Ia menambahkan, BIN selalu mengecek server secara berkala. "BIN selalu melakukan pengecekan secara berkala terhadap sistem yang berjalan termasuk server untuk memastikan bahwa server tersebut tetap berfungsi sebagaimana mestinya," jelasnya.

BERITA TERKAIT:
Jepang Peringatkan Potensi Teror, BIN: Warga Jangan Khawatir Berlebihan
BIN Bantah Servernya Diretas Hacker
BIN Sebut Serangan Siber terhadap Lembaganya adalah Hal Wajar
BIN Deteksi Provokator Tuntut Jokowi Mundur
Bamsoet Dukung BIN Gelar Vaksinasi Door To Door
HRS Sebut Markaz Syariah Diintai Pakai Drone oleh BIN
Gugurnya Kabinda Papua, DPR: Perlunya Penguatan BIN

"BIN bekerja sama dengan BSSN, Kominfo serta lembaga pemerintah lainnya untuk memastikan jaringan BIN aman dan bebas dari peretasan," sambungnya.

Meski demikian, BIN menilai serangan siber terhadap lembaganya adalah hal yang wajar. Sebab, BIN selama ini terus bekerja menjaga kedaulatan Indonesia.

"Serangan siber terhadap BIN adalah hal yang wajar, mengingat BIN terus bekerja untuk menjaga kedaulatan NKRI dan mengamankan kepentingan nasional rakyat Indonesia," tukasnya.

Lebih lanjut, ia berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang berkembang. Dia juga meminta agar masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan kembali atas informasi yang beredar.

"Masyarakat diharapkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang berkembang dan tetap melakukan check, recheck, dan crosscheck atas informasi yang ada di masyarakat. Hal ini perlu dilakukan mengingat sebelumnya juga muncul isu hoax kebocoran data eHAC," pungkasnya.


tags: #bin #peretasan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI