Tangkapan layar terdakwa kasus babi ngepet di Depok

Tangkapan layar terdakwa kasus babi ngepet di Depok

Terdakwa Kasus Babi Ngepet Hadiri Sidang Secara Online

Jaksa mengatakan Polsek Sawangan sedang kekurangan personel sehingga Adam tidak bisa dihadiri langsung dengan alasan keamanan.

Selasa, 14 September 2021 | 15:55 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Depok - Sidang kasus babi ngepet di Depok digelar di Pengadilan Negeri Depok, Selasa (14/9). Terdakwa yang merupakan perekayasa peristiwa babi ngepet Adam Ibrahim hadir secara online.

Semula Adam Ibrahim diminta hadir langsung di persidangan oleh majelis hakim. Namun jaksa mengatakan Polsek Sawangan sedang kekurangan personel sehingga Adam tidak bisa dihadiri langsung dengan alasan keamanan.

"Izin Yang Mulia, kita sudah koordinasi dengan polsek dan polres karena ada giat, bisa membutuhkan waktu 3 jam sampai sini Yang Mulia. Kami mohon sidang hari ini diselenggarakan online Yang Mulia, minggu depan kami usahakan sidang offline," kata jaksa.

BERITA TERKAIT:
Terdakwa Kasus Babi Ngepet Hadiri Sidang Secara Online
Tiga Gembong Narkoba Divonis Mati PN Depok
Warga Depok Dihebohkan dengan Benda Misterius Bertuliskan 'FPI Munarman'
Tol Desari Seksi Brigif - Sawangan Depok Beroperasi Mulai Sore Ini
Satpol PP Grebek Indekos, Diduga Jadi Lokasi Mesum
Berniat Isi Bensin Mobil, Uang Rp200 Juta Raib Digondol Pencuri
Terminal Depok Tutup Cegah Lonjakan Pemudik

"Baik untuk sekali ini kita izinkan online, tapi berikutnya hadir langsung," kata hakim M Iqbal Hutabarat.

Saat ini sidang sudah dimulai. Jaksa sedang membacakan dakwaan Adam Ibrahim.

Diketahui, kasus bermula saat Adam mengaku menangkap seekor babi yang diduga jadi-jadian atau babi ngepet. Dia mengaku melakukan ritual khusus dengan menanggalkan pakaian untuk menangkap babi tersebut. Babi tersebut kemudian diletakkan dalam sebuah kandang.

Informasi soal penangkapan babi jadi-jadian ini langsung ramai di kalangan warga setelah videonya viral di media sosial. Banyak orang datang melihatnya.

Babi tersebut pada akhirnya disembelih dan potongan tubuhnya kemudian dikubur di sebuah pemakaman. Ternyata antusias warga untuk melihat makam babi pun masih tinggi. Sehingga makam babi itu diputuskan dipindahkan polisi ke samping Polsek Sawangan.

Usut punya usut, ternyata apa yang dikatakan Adam adalah bohong. Adam sudah merencanakan menyebar berita bohong itu bekerja sama dengan teman-temannya berjumlah delapan orang. Mereka lalu mengarang cerita seolah-olah salah satu dari mereka berubah jadi babi, padahal tidak benar.

Babi yang dia tangkap bukan babi jadi-jadian. Babi itu dia beli dari sebuah komunitas pecinta binatang seharga Rp900 ribu.


tags: #depok #babi ngepet

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI