Pasutri di Rembang ditangkap terkait dugaan pemalsuan pernikahan, Senin (14/9), Foto: Istimewa

Pasutri di Rembang ditangkap terkait dugaan pemalsuan pernikahan, Senin (14/9), Foto: Istimewa

Wanita Ini Kaget Dokumen Pribadinya Dipakai Atasan untuk Nikah Lagi

Pelaku dan korban sempat mediasi, tapi pelaku tak mengaku.

Selasa, 14 September 2021 | 16:28 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Rembang -  Pasangan suami istri di Rembang Jawa Tengah Sucipto (44) dan Badriyah (36) ditetapkan menjadi tersangka karena memalsukan dokumen. Sucipto memalsukan dpkumen demi istri bisa menikah lagi. Badriyah menggunakan identitas anak buahnya, seorang wanita berinisial SC.

SC mengaku dirinya gagal menikah karena dokumen identitasnya telah digunakan Badriyah untuk menikah dengan seorang pria berinisial AK. Ia pun kaget dan sedih saat hendak menikah dengan calon suaminya pada tahun 2020 lalu. Sebab, saat hendak mendaftar di KUA Kecamatan Lasem, namanya telah terdaftar menikah dengan AK warga Kecamatan Sale Rembang.

"Sedih nggak bisa menikah. Harusnya nikah tahun 2020 nggak bisa. Alhamdulillah juga suami support, mendukung juga nggak papa orang itu bukan kamu, katanya gitu. Ya nanti kita bersihkan nama kamu bersama-sama katanya gitu," ungkapnya, Selasa (14/9).

BERITA TERKAIT:
Ponpes Nurul Musthofa Dibangun di Tengah Hutan Rembang
Suami Nikahkan Istri di Rembang Raup Mahar Puluhan Juta
Wanita Ini Kaget Dokumen Pribadinya Dipakai Atasan untuk Nikah Lagi
Suami Palsukan Dokumen Istri Agar Bisa Nikah Lagi karena Tak Terpuaskan
Suami di Rembang Palsukan Dokumen Agar Istri Bisa Nikah Lagi
Mabuk, Pemuda Cabuli Gadis ABG di Toilet Kafe
Kekeringan, Warga Rembang Andalkan Dropping Air Bersih

Usai mengetahui kondisi tersebut, SC mendatangi KUA Kecamatan Sale untuk kroscek. Di sana ia mengetahui, bahwa namanya dipakai oleh Badriyah untuk menikah dengan AK. Bahkan ia pun mendapat potret resepsi pernikahan Badriyah dengan AK yang dilakukan setahun silam.

"Habis itu saya ke KUA Sale, benar yang namanya Badriyah menikah sama orang Sale. Saya ketemu sama Kepala KUA Sale. Ya udah nanti kita urus sama-sama, gitu," jelasnya.

Kemudian, mereka mediasi yang dihadiri oleh SC, AK, Badriyah, dan Sucipto. Dalam mediasi itu pun, Badriyah masih enggan mengakui perbuatannya tersebut. Merasa kecewa atas mediasi tersebut, SC pun melapor ke Polres Rembang.

"Kok tega, padahal teman baik, teman curhat juga, karena runtang-runtung berdua, kok tega sama saya. Sedangkan saya juga anak buahnya, kalau di sana tuh saya juga anaknya, beliau ibu saya karena dia adalah kepala sekolah saya. Kok tega seperti itu," akunya.

Lebih lanjut, ia yang membuatnya semakin buatnya kecewa adalah Badriyah dan Sucipto memalsukan kematian orang tua SC hanya untuk melancarkan rencana pernikahan dengan AK.

"Memalsukan kematian orang tua saya juga, orang tua saya dibawa-bawa juga di sana. Sampai sekarang kata maaf ya tidak ada. Ini nggak akan dibawa ke kantor polisi kalau mereka berdua ke sini minta maaf. 'Bu, saya minta maaf karena sudah menyakiti perasaanmu' atau gimana itu sampai sekarang nggak ada. Cuma bilang bilang ABCD, membual ke sana kemari yang nggak jelas sampai saya memberanikan diri untuk diproses dengan hukum," jelasnya.

Kini SC pun telah menikah secara resmi dengan pria yang sudah menanti setelah sempat tertunda karena kasus ini. Meskipun dalam proses mengurus pernikahan, mereka membutuhkan waktu hampir satu tahun.


tags: #rembang #suami #memalsukan dokumen # istri bisa menikah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI