Ilustrasi Kimia Farma, Gambar: Istimewa

Ilustrasi Kimia Farma, Gambar: Istimewa

Kimia Farma: Mantan Pegawai yang Ditangkap Densus Tak Punya Akses CSR

Kimia Farma sudah skrining terhadap rekan-rekan kerja S.

Selasa, 14 September 2021 | 14:40 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta -  PT Kimia Farma Tbk memecat pegawainya, S yang ditangkap Densus 88 karena terorisme. Kimia Farma memastikan S tak punya akses menggunakan dana CSR.

"Saya ingin mengklarifikasi berita yang beredar di sosial media yang mengaitkan bahwa karyawan tersebut menduduki posisi strategis memiliki akses terhadap penggunaan dana CSR dan dapat mempengaruhi penggalangan dana, saya katakan itu tidak benar," ungkap Direktur Umum & Human Capital PT Kimia Farma Dharma Syahputra, Selasa (14/9).

Lebih lanjut, ia memastikan S tidak memiliki jabatan strategis. S, kata Dharma, hanya berposisi sebagai operator. "(S) pelaksana operator, jadi posisi layer kalau di kita itu paling rendah (jabatan)," tukasnya.

BERITA TERKAIT:
Kimia Farma: Mantan Pegawai yang Ditangkap Densus Tak Punya Akses CSR
Benarkan Karyawannya Ditangkap Densus, Kimia Farma: Sudah Diskors
Kimia Farma di Semarang Tunda Pelaksanaan Vaksinasi Berbayar
Kimia Farma di Semarang Tunda Pelaksanaan Vaksinasi Berbayar
Ini Cara Daftar Vaksinasi Berbayar di Delapan Klinik Kimia Farma
Cara Daftar Vaksin Berbayar di Klinik Kimia Farma
Kimia Farma Layani Vaksinasi Covid-19 Berbayar Mulai Senin

Ia menegaskan sekali lagi bahwa S tidak memiliki akses dana CSR. "Kemudian akses terhadap CSR tidak benar karena program CSR kita dilakukan secara terpusat di sini, keputusan terhadap alokasi CSR itu pasti melalui tahapan check dan re-check dan saya putuskan secara terpusat dan kita juga prosesnya itu kita lakukan klarifikasi, termasuk klarifikasi ke lapangan," paparnya.

Tak hanya itu, ia pihaknya sudah melakukan skrining terhadap rekan-rekan kerja S. Hasilnya, Kimia Farma tak menemukan adanya indikasi kegiatan terorisme. "Tidak ada kegiatan yang terkait itu (terorisme), di dalam (Kimia Farma) yang kita ketahui seluruh indikasi yang disampaikan oleh dari Densus 88 itu kaitannya dengan kegiatan di luar kantor," tukasnya.

PT Kimia Farma Tbk pun mengambil tindakan tegas terhadap S yang terlibat terorisme. S langsung dipecat. "Clear, kita sidang, kita memutuskan untuk kita pecat, yang bersangkutan juga sudah kita berhentikan," jelasnya.

Dharma menyebut terorisme dan radikalisme merupakan hal yang sangat serius. Hal itu bertentangan dengan pengembangan karakter pegawai PT Kimia Farma Tbk.
 


tags: #kimia farma #teroris

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI